Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Ist)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Ist)

"Mompreneur", Penopang Ekonomi Keluarga di Masa Krisis

Senin, 6 Juli 2020 | 22:57 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta – Di tengah wabah Covid-19 yang masih terus melanda dunia termasuk Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membuktikan diri sebagai bisnis yang tahan banting, bahkan menjadi penyelamat ekonomi keluarga.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini para istri justu tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga dengan berbegai jenis usaha yang mereka lakukan di rumah. Teten mencontohkan, seorang dokter gigi yang tidak bisa praktek hingga kehilangan pendapatan tertolong oleh usaha bisnis donat yang sudah dimulai istrinya sebelum Covid-19 mewabah.

"Ketika Covid-19 bisnis istrinya yang berkembang, dan mereka jual lewat media sosial, itulah salah satu contoh bagaimana justru para perempuan sekarang yang mengambil alih." ujar Teten dalam Taslkshow, HUT ke-74 BNI,  dengan tema “Satukan Energi untuk Indonesia di Era New Normal”, pada akhir pekan lalu, (5/7).

Saat ini, lanjut Teten, secara umum tren ekonomi justru bergerak ke arah ekonomi domestik dengan peran ibu rumah tangga sebagai "mompreneur" atau seorang ibu yang berwirausaha, makin dominan. Perkembangan teknologi digital memberikan kesempatan yang sama bagi para mompreneur untuk bisa bersaing di dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Menkop & UKM juga mengucapkan terima kasih pada bank BNI yang selama ini telah banyak memberdayakan UMKM. Menurutnya, 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM, dan sebagian besar dijalankan oleh perempuan atau kaum ibu.

"Nah, komitmen BNI untuk terus membantu dalam pengembangan usaha UMKM ini saya kira sudah tepat dan mereka perlu dipermudah untuk mengakses pembiayaan BNI. Selanjutnya, BNI juga perlu mengembangkan program-program inkubasi untuk mengembangkan benih-benih entrepreneur yang tumbuh di masyarakat," katanya.

Sementara, Tambok P Setyawati, Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengatakan, tahun ini pertumbuhan jumlah debitur UMKM BNI mencapai 32%. Tahun 2015 jumlah debitur UMKM hanya 97 ribu dan mencapai 280.000 debitur pada Juni 2020.

"Yang menarik bahwa komposisi antara debitur entrepreneur UMKM perempuan dibanding laki-laki di BNI terus berkembang, dari sebelumnya hanya 20%, kini sudah mencapai 50%," ungkap Tambok.

Menurutnya, peran perempuan di dunia usaha khususnya UMKM terus meningkat. Meski di tengah pandemi Covid -19, para ibu terus melakukan aktivitas usahanya dari rumah sambil menjaga anak dan menjaga kesehatan untuk membantu serta menopang kebutuhan keluarga.

Tambok menuturkan, BNI berkomitmen membangun UMKM yang kokoh bersama pemerintah dengan tidak hanya melakukan pembiayaan terhadap UMKM tapi juga melakukan pendampingan. “Pembiayaannya ini benar-benar bertahap sesuai dengan perkembangan nasabah. Jadi kalau nasabah pemula yang masih usahanya belum feasible, kami bisa lakukan pembiayaan yang benar-benar ringan melalui Program CSR,” ujarnya seperti dilansir siaran pers yang diterima Redaksi, Senin (6/7).

Saat ini ada sekitar 62 juta unit UMKM yang mempekerjakan sekitar 116 juta orang. Artinya, lebih dari 80% peran tenaga kerja Indonesia ada di sektor UMKM. Selama Covid-19 antara Maret – Mei, BNI fokus membantu debitur dengan memberikan keringanan pembayaran bunga agar mereka mampu bertahan.

Pada kesempatan sama, musisi yang juga pengusaha kecantikan, Maia Estianty mengaku pernah merasakan pahit getir merintis bisnis online. Menurutnya, skema kredit berbunga ringan bagi UMKM seperti yang ditawarkan BNI merupakan program yang dinanti oleh pelaku usaha. “Terima kasih kepada BNI karena berkat bantuan EDC (electronic data capture), bisnis saya bisa berkembang pesat,” ungkapnya.

Menurutnya bisnis online adalah bisnis yang sangat baru dan menjanjikan, apalagi dengan jumlah follower-nya yang mencapai jutaan. Wanita yang akrab disapa Bunda Maia ini menuturkan, di masa pandemi ini, pendapatan bisnis Skin Care yang ia mulai sejak tahun 2015 tidak terdampak. “Yang berpengaruh adalah pegawai yang masuk ke rumah jadi shifting, hanya boleh satu orang masuk rumah,” katanya.

Dari sisi keuntungan, Maia mengaku bisnis melalui media sosial sangat menguntungkan, bahkan bisa menopang biaya hidupnya dan anak-anak. Karena itu dia menyarankan agar publik mengikuti jejaknya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN