Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konsumen menunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan di sebuah perusahaan pembiayaan di Jakarta, Sabtu (19/9/2020). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Konsumen menunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan di sebuah perusahaan pembiayaan di Jakarta, Sabtu (19/9/2020). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Multifinance Genjot Portofolio Pembiayaan Syariah 7-8%

Rabu, 14 April 2021 | 20:24 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Perusahaan pembiayaan (multifinance) terus menggenjot portofolio pembiayaan syariah hingga porsi 7-8%. Proyeksi tersebut didukung kehadiran akad mudharabah yang di antaranya menyasar pembiayaan bagi UMKM di sektor pariwisata.

Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Syariah Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Arri Cahyono menyampaikan, wisata religi atau wisata halal memiliki potensi tersendiri untuk digarap multifinance. Tapi pandemi Covid-19 membuat realisasi pembiayaan sektor tersebut relatif kecil di tahun lalu.

Dia mengungkapkan, segmen yang bisa digarap multifinance adalah komunitas religi yang di antaranya adalah wisatawan dan agen perjalanan. Terlepas dari dua segmen tersebut, UMKM dan sektor turunannya juga memunginkan mendapatkan pembiyaan syariah melalui akad-akad yang sudah ada.

"Jadi kalau kita bisa masuk ke sana dan pelaku usaha bisa memanfaatkan akad yang sudah kita punya, Insya Allah nanti kita tidak akan terus ada di porsi 4%, bahkan mungkin ke depannya kita bisa bermain melebihi yang ada di perbankan syariah atau kita berharap ada di angka 7-8%. Ini cita-cita kita," kata Arri Cahyono pada suatu webinar, Rabu (14/4).

Dia menerangkan, pelaku multifinance sudah lama menggarap wisatawan religi dengan produk-produk seperti pembiayaan haji dan umrah. Karena adanya pembatasan sosial dan berbagai kebijakan pemerintah, maka pelaku multifinance melihat peluang lain. Dalam hal ini, pembiayaan bagi agen perjalanan diperkirakan akan meningkat tajam di tahun ini.

"Kalau wisata religi mungkin yang lokal yang bisa kita support travel agent-nya, di tahun ini kemungkinan ada realisasi peningkatan. Karena kita tahu bahwa OJK itu tahun lalu sudah mengeluarkan pedoman akad mudharabah, ini yang untuk mendukung wisata religi, terutama travel agent dan UMKM yang ada di sekitarnya," jelas dia.

Sementara itu, data OJK memaparkan total piutang pembiayaan multifinance per Februari 2021 mencapai Rp 362,79 triliun atau turun 19,78% year on year (yoy). Penurunan itu kontribusikan dari seluruh jenis kegiatan usaha seperti pembiayaan investasi, modal kerja, multiguna, pembiayaan lainnya, termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

Pada saat yang sama, pembiayaan berdasarkan prinsip syariah tercatat mencapai Rp 11,17 triliun atau turun 29,16% (yoy). Nilai itu membuat porsi pembiayaan syariah hanya berkontribusi 3,08% dari total piutang pembiayaan multifinance per Februari 2021, atau turun dibandingkan porsi 3,48% pada Februari 2020.

Jika dirinci, pembiayaan jual beli berdasarkan prinsip syariah menjadi penyumbang terbesar mencapai Rp 9,58 triliun. Diikuti pembiayaan jasa berdasarkan prinsip syariah sebesar Rp 1,52 triliun, dan pembiayaan investasi berdasarkan prinsip syariah sebesar Rp 60 miliar.

Data OJK juga memaparkan objek pembiayaan jasa wisata atau perjalanan. Objek pembiayaan itu sempat mencapai Rp 776 miliar pada Februari 2020 dan terus menurun menjadi hanya Rp 117 miliar per Februari 2021.

Arri menjelaskan, ke depan multifinance akan banyak mengandalkan akad mudharabah dalam rangka membiayai UMKM, termasuk di sektor pariwisata. Pendekatan itu termasuk baru bagi multifinance karena sebelumnya pembiayaan dengan akad mudharabah banyak diperuntukan bagi konsumen individu.

"Konsep mudharabah bagi agen perjalanan atau UMKM yakni melakukan kerja sama dengan perusahaan pembiayaan syariah untuk penambahan modal dengan bagi hasil yang disepakati. Bagi UMKM yang melihat potensi pembiayaan ini, kami sudah ada di media sosial, web/aplikasi, dan kantor cabang, serta biro perjalanan syariah," ujar dia.

Arri menambahkan, pihaknya berharap upaya multifinance itu bisa disambut baik oleh para pelaku usaha, khususnya agen perjalanan dan UMKM di sektor pariwisata untuk bangkit bersama. Situasi ekonomi yang lebih baik juga mendorong masyarakat kembali beraktivitas dan diharapkan diikuti pemulihan di sektor pariwisata.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN