Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama terpilih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar (tiga dari kiri) bersama jajaran manajemen foto bersama di sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2019). Selain direktur utama, RUPSLB mengangkat Silvano W Rumantir sebagai direktur keuangan dan strategi perseroan. Di jajaran komisaris, pemegang saham menunjuk Kartika Wirjoatmodjo menjadi komisaris utama dan Muhamad Chatib Basri sebagai wakil komisaris utama. Foto: UTHAN A RACHIM

Direktur Utama terpilih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar (tiga dari kiri) bersama jajaran manajemen foto bersama di sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/12/2019). Selain direktur utama, RUPSLB mengangkat Silvano W Rumantir sebagai direktur keuangan dan strategi perseroan. Di jajaran komisaris, pemegang saham menunjuk Kartika Wirjoatmodjo menjadi komisaris utama dan Muhamad Chatib Basri sebagai wakil komisaris utama. Foto: UTHAN A RACHIM

Nakhodai Mandiri, Royke Fokus Gali Bisnis Baru

Selasa, 10 Desember 2019 | 15:02 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) resmi mengangkat Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama. Dia akan fokus pada tiga ceruk bisnis baru, yakni kolaborasi antara segmen wholesale dan retail banking, transformasi digital, dan menumbuhkan segmen komersial dan UKM.

Royke Tumilaar menggantikan Kartika Wirjoatmodjo yang dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Saya tidak banyak mengubah karena saya juga bagian dari tim Pak Tiko. Tapi ada beberapa strategi yang kita tetapkan. Pertama, wholesale dan ritel itu kita bisa kolaborasi, karena value chain belum digarap di ritel konsumer, itu akan memperkuat," papar Royke Tumilaar di Jakarta, Senin (9/12).

Susunan direksi Bank Mandiri
Susunan direksi Bank Mandiri


Untuk kolaborasi wholesale banking dengan retail banking, Royke mengungkapkan, saat ini perseroan baru menggarap payroll 10-15% dari perusahaan korporasi yang menjadi debitur perseroan. Menurut dia, Bank Mandiri sebagai bank yang yang terbesar menyalurkan kredit ke korporasi masih belum bisa menggarap segmen turunan korporasi.

Kedua, Royke menyebut akan terus melakukan transformasi digital banking, karena hal tersebut menjadi kebutuhan dan merupakan bagian dari pasar. Ketiga, perseroan juga terus melihat kondisi ekonomi untuk menumbuhkan segmen komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM).

Tahun depan, perseroan juga memasang target pertumbuhan kredit sekitar 9-10% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan akhir tahun ini diusahakan bisa menembus 10% (yoy) meskipun sulit.

"Tahun ini kita berusaha 10%, tapi sepertinya berat, jadi 9% juga sudah oke. Tahun depan 9-10% kontribusi ritel konsumer dari turunan korporasi, karena lebih safe, sumber pelunasan jelas, nanti engine growth juga dari sana," ungkap Royke.

Menurut dia, tahun depan pertumbuhan kredit korporasi akan sulit tumbuh dua digit, karena secara nilai sudah terlalu besar penyalurannya. Hal tersebut membuat perseroan menyalurkan kredit kepada segmen yang berisiko rendah.

"Corporate itu sudah cukup besar, tapi kalau double digit itu impossible. Kita cari keseimbangan margin yang risikonya tidak tinggi. Kita shifting dengan kolaborasi korporasi dan ritel, turunan perusahan besar itu kan banyak, itu akan jadi target kita tahun depan," jelas Royke.

Royke mengungkapkan, tahun depan porsi perusahaan swasta akan lebih besar untuk pembangunan proyek infrastruktur. Perseroan juga menyebut tahun depan akan lebih selektif memberikan kredit pada segmen korporasi.

"Korporasi berat, kita tidak bisa juga karena beberapa BUMN konsolidasi perbaikan-perbaikan, kita mau shifting value chain bawahnya korporasi ini, kan kita korporasi terbesar kita akan masuk ke bawah-bawahnya," lanjut dia.

Salah satu inisiatif yang telah perseroan implementasikan, misalnya terkait dengan kampanye Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dimana perseroan telah mempertajam penerapan bisnis berbasis lingkungan atau Mandiri Eco-Friendly dalam operasional perusahaan untuk ekonomi berkelanjutan.

"Kita bukannya langsung menghilangkan (CPO dan batu bara), tapi di Indonesia ini kan dua komoditas besar itu batu bara dan CPO. Kita coba CPO yang sudah punya sertifikat, syarat-syarat kondisinya lebih Eco-Friendly. Kita punya target pembiayaan sustainable," imbuh Royke.

Ekspansi Regional

Kinerja keuangan Bank Mandiri
Kinerja keuangan Bank Mandiri

Royke juga menyebut rencana perseroan menambah negara incarannya untuk ekspansi, dari sebelumnya hanya Filipina dan Malaysia, saat ini ditambah negara Vietnam. Langkah tersebut guna melebarkan sayap bisnisnya ke regional dan juga meningkatkan return on equity (RoE) perseroan ke depan.

Direktur Treasury, International Banking & SAM Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, untuk Filipina, perseroan merencanakan untuk akuisisi, sementara untuk Malaysia dan Vietnam akan mendirikan bisnis baru. Pasalnya, potensi dari ketiga negara tersebut cukup bagus untuk menjadi target Bank Mandiri memperbesar bisnis anorganiknya.

"Memang selain Filipina, kemarin juga ada arrangement terkait dengan Qualified ASEAN Bank (QAB) Malaysia yang masih dikaji. Kalau kita lihat GDP growth yang tinggi adanya di Vietnam, banyak juga perusahaan yang ekspansi ke sana. Kita lihat alokasi capital apabila ekspansi bisa berikan RoE yang kita targetkan," tutur Darmawan.

Selain itu, di Filipina perseroan mengincar akuisisi perusahaan sektor keuangan. Sedangkan di Vietnam, Bank Mandiri akan mendirikan bisnis baru, perseroan akan lebih dulu ekspansi ke Filipina dibanding negara lainnya.

"Ekspansi regional itu memang masuk dalam rencana bisnis bank (RBB), ada peluang di Filipina tapi belum final, karena pasar di Filipina cukup baik, retail banking di sana belum banyak pemain. Di Vietnam kita mendirikan yang baru, demikian juga Malaysia," ungkap Darmawan.


Perombakan Manajemen
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), selain menetapkan Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama, juga disepakati pengangkatan Silvano Rumantir sebagai direktur Keuangan dan Strategi menggantikan Panji Irawan.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengemukakan, Bank Mandiri memiliki sistem pengembangan sumber daya manusia yang sangat baik sehingga suksesi kepemimpinan seluruhnya berasal dari internal.

“Kami bersyukur bahwa alumni-alumni Bank Mandiri mendapat kepercayaan untuk memimpin berbagai institusi bisnis. Hal ini menjadi motivasi kami untuk terus tumbuh secara konsisten dan memberikan kontribusi positif, baik dari sisi bisnis maupun sumber daya manusia, untuk kemajuan industri keuangan dan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Rohan.

Untuk menjaga dinamika ekonomi serta melihat berbagai peluang di tengah ketatnya kondisi perekonomian global, pemegang saham mengangkat Chairman Mandiri Institute yang juga Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, Muhamad Chatib Basri, sebagai Wakil Komisaris Utama.

Pemegang saham pun sepakat mengangkat Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama. Kartika yang sebelumnya menjabat direktur utama, akan memastikan seluruh corporate plan yang sudah dirancang dapat terealisasi dengan baik. Selain itu, Kartika Wirjoatmodjo juga akan memastikan rencana ekspansi regional perseroan berjalan dengan baik serta melakukan restrukturisasi kredit-kredit besar di BUMN.

Dengan demikian, susunan direksi perseroan menjadi, Direktur Utama Royke Tumilaar, Wakil Direktur Utama Sulaiman Arif Arianto, Direktur Consumer & Retail Transaction Hery Gunardi, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Information Technology Rico Usthavia Frans, Direktur Treasury, International Banking & SAM Darmawan Junaidi, Direktur Corporate Banking Alexandra Askandar, Direktur Kepatuhan dan SDM Agus Dwi Handaya, Direktur Hubungan Kelembagaan Donsuwan Simatupang, Direktur Commercial Banking Riduan, Direktur Keuangan dan Strategi Silvano Winston Rumantir serta Direktur Operations Panji Irawan.

Sedangkan susunan komisaris perseroan menjadi, Komisaris Utama Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Komisaris Utama Muhamad Chatib Basri, Komisaris Independen Mohamad Nasir, Komisaris Independen Robertus Bilitea, Komisaris Independen Makmur Keliat, Komisaris Ardan Adiperdana, Komisaris R. Widyo Pramono, dan Komisaris Rionald Silaban.

“Kami meyakini jajaran pengurus yang telah ditetapkan pemegang saham adalah individu-individu terbaik yang akan mampu berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis perseroan, khususnya di segmen korporat dan ritel, sesuai mandat pemegang saham. Pengurus baru juga optimis akan dapat melaksanakan fungsi perseroan sebagai agen pembangunan dan agen pencipta nilai secara berkelanjutan guna meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia,” terang Rohan.

Dia menambahkan, salah satu tantangan perseroan ke depan adalah menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis perseroan menyusul ketidakpastian perekonomian global, persaingan usaha yang semakin ketat, serta perkembangan cepat industri teknologi informasi, khususnya di sektor keuangan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN