Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

November, Penyaluran KUR BRI Sudah 100%

Rabu, 27 November 2019 | 12:32 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pencapaian target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sudah terpenuhi pada 26 November 2019 mencapai Rp 87 triliun. Artinya, penyaluran KUR BRI sudah 100% dari jatah yang diberikan sebelum akhir tahun ini.

"Penyaluran KUR sampai Oktober itu sudah Rp 83 triliun, target kita tahun ini Rp 87 triliun dan sampai kemarin (26 November) sudah terpenuhi Rp 87 triliun. Kalau sampai bulan Desember kita mau salurkan lagi berarti kelebihan," papar Direktur Utama BRI Sunarso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11).

Untuk tahun depan, Sunarso menyebut target penyaluran KUR akan mencapai Rp 120 triliun, atau meningkat 37,93% secara tahunan (year on year/yoy) dari plafon tahun ini sebesar Rp 87 triliun. Meningkatnya jatah KUR tersebut karena realisasi penyaluran dari BRI cukup cepat karena unit kerja mikro BRI tersebar luas di Indonesia.

"Tahun depan target KUR BRI Insya Allah sampai Rp 120 triliun," kata Sunarso.

Dengan kuota plafon KUR 2020 sebesar Rp 120,2 triliun, dialokasikan pada sektor perdagangan maksimal 40% dan sebesar 60% pada sektor produksi dengan sektor pendorong utama adalah sektor industri dan jasa.

Di sisi debitur, sebaran penerima KUR di masing-masing provinsi sejalan dengan rasio jumlah rumah tangga di masing-masing provinsi. Untuk wilayah Sumatera, plafon yang akan dialokasikan untuk KUR sebesar Rp 21,3 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 892.516 debitur, atau rasio rumah tangga penerima KUR sebesar 4,4%.

Di Kalimantan, plafon yang disediakan tahun depan sebesar Rp 7,0 triliun kepada 255.002 debitur, dengan rasio rumah tangga penerima KUR sebesar 4,3%. Di Sulawesi, plafon KUR yang dialokasikan tahun depan sebesar Rp 15,2 triliun kepada 589.271 debitur, dengan rasio rumah tangga penerima sebesar 8,9% dari total rumah tangga di Sulawesi.

Di Papua dan Maluku, plafon KUR yang disiapkan tahun depan sebesar Rp 2,5 triliun kepada 80.053 debitur, dengan rasio rumah tangga penerima sebanyak 3,4% dari total rumah tangga di wilayah tersebut. Sementara itu, di Bali dan Nusa Tenggara plafon yang disiapkan Rp 9,1 triliun kepada 319.737 debitur dengan rasio penerima KUR 5,9%.

Di wilayah Jawa, plafon yang disiapkan mencapai Rp 65 triliun kepada 3,25 juta debitur, dengan rasio rumah tangga penerima sebesar 5,6% dari total rumah tangga di wilayah Jawa.

"KUR BRI akan disalurkan kepada 5,4 juta debitur di tahun 2020, memang banyak di Jawa, tapi kalau lihat rasio rumah tangga penerima KUR semuanya hampir rata," ujar Sunarso.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN