Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Strategy & Innovation Director OCBC NISP Ka Jit pada konferensi pers peluncuran gerakan #Save20 by Nyala secara virtual, Rabu (22/7). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Strategy & Innovation Director OCBC NISP Ka Jit pada konferensi pers peluncuran gerakan #Save20 by Nyala secara virtual, Rabu (22/7). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

OCBC NISP Luncurkan Program Menabung Mulai Rp 20 Ribu

Rabu, 22 Juli 2020 | 21:10 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bank OCBC NISP Tbk meluncurkan program menabung mulai dari Rp 20 ribu per hari yang menjadi bagian dari gerakan #Save20 by Nyala. Melalui gerakan itu, masyarakat didorong ikut serta menyiapkan kebutuhan finansial di masa depan dengan menabung hingga berinvestasi.

Strategy & Innovation Director OCBC NISP Ka Jit menyampaikan, ketika pandemi berlangsung, pihaknya melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan fisik, mengontrol kesehatan mental, serta mengendalikan keuangan. Nampaknya, hal tersebut masih perlu dilakukan pada masa normal baru ini.

Karena menurut dia, belum ada yang bisa menentukan berakhirnya dampak dari pandemi Covid-19 ini. Masyarakat harus mempersiapkan diri sejak dini termasuk bersiap pada skenario terburuk. Oleh karena itu, salah satu upaya penting yang perlu dilakukan yakni mempersiapkan ketahanan finansial sedari awal.

"Benar bahwa Rp 20 ribu itu sering dianggap sebagai nilai tanggung. Pada awal bulan, angka itu dianggap remeh. Tapi ketika akhir bulan, bisa menjadi pahlawan. Di gerakan #Save20 ini kami mau kasih pesan bahwa perubahan besar harus dimulai dari hal kecil. Kuncinya adalah konsisten, mulai dari Rp 20 ribu per hari itu pasti bisa. Tidak ada alasan lagi untuk tidak menabung," papar Ka Jit melalui konferensi pers secara virtual, Rabu (22/7).

Selain perlu konsistensi, kata dia, menabung sebaiknya dilakukan sejak dini. Untuk jangka waktu panjang, hasil dari menabung bisa dijadikan modal menikah sampai membeli rumah. Berdasarkan perhitungan dengan menabung Rp 20 ribu per hari, dalam 10 tahun diproyeksi bakal terkumpul sekitar Rp 90 juta. Jika dilakukan sampai Rp 25 tahun, setidaknya bisa terkumpul sebesar Rp 200 juta.

"Kuncinya mulai seawal mungkin dan sekonsisten mungkin. Kalau ada uang yang bisa disisihkan maka segera disahkan. Karena hasilnya akan beda ketika orang memulai di usia 25 tahun atau mulai di 35 tahun," ucap dia.

Ka Jit mengatakan, secara matematis, nilai tersebut memang bisa lebih besar karena adanya bunga yang terus menggulung, sehingga nilai pun akan semakin besar dari perhitungan. Kendati demikian, pihaknya menawarkan dua produk sesuai proyeksi penggunaan dana di masa mendatang.

Dia memaparkan, produk pertama yakni tabungan berjangka untuk penggunaan sekitar 1-2 tahun. Tabungan memiliki risiko yang relatif kecil untuk penggunaan jangka pendek. Sedangkan produk kedua lebih agresif, yakni reksa dana berjangka yang penempatannya pada saham blue chip dengan orientasi penggunaan dana di atas 5 tahun. Kedua produk tersebut bisa dibeli pada aplikasi ONe Mobile OCBC NISP mulai dari Rp 20 ribu.

"Kalau untuk kebutuhan jangka panjang bisa melalui produk reksa dana berjangka yang bisa dibeli secara harian, mingguan, atau bulanan di aplikasi ONe Mobile OCBC NISP. Nominalnya dimulai dari Rp 20 ribu saja. Jadi sudah tidak ada lagi alasan untuk mengumpulkan dana dulu, baru menabung atau berinvestasi," ujar Ka Jit.

Di sisi lain, dia mengatakan, OCBC NISP telah melakukan survei untuk mengetahui tren berinvestasi para anak muda. Hasil survei menjawab bahwa pandemi mendorong anak muda mempersiapkan diri sebaik mungkin. Terdapat kemauan dari para anak muda untuk mulai berinvestasi, namun terkendala proses dan pengaplikasiannya. Hal tersebut juga yang mendorong perseroan membuat gerakan #Save20.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, pihaknya enggan menyampaikan target yang menyangkut aspek bisnis. Menurut dia, gerakan tersebut menjadi upaya dan bentuk edukasi perseroan agar masyarakat menjadi terpacu untuk menabung, apalagi saat kondisi tidak menentu seperti saat ini.

"Warren Buffett kan pernah bilang, sisihkan yang mau ditabung, sisanya baru dibelanjakan. Idealnya 20-40% dari penghasilan itu disisihkan. Kalau memang tidak mampu sekaligus, maka bisa sisihkan lebih sedikit seperti Rp 20 ribu per hari," pungkas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN