Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta

Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta

OCBC NISP Raup Laba Bersih Rp 515 Miliar

Jumat, 30 April 2021 | 04:31 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank OCBC NISP Tbk meraup laba bersih Rp 515 miliar sepanjang Januari-Maret 2021, turun 35% secara tahunan (year on year/yoy). Perseroan terus berupaya untuk berperan lebih dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Walaupun laba bersih mengalami terkoreksi, namun pendapatan bunga bersih (NII) naik sebesar 10% (yoy) pada kuartal I-2021 menjadi Rp 1,91 triliun. Hal tersebut didukung oleh peningkatan rasio dana murah perseroan.

OCBC NISP berhasil mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13% (yoy) menjadi Rp 155 triliun pada akhir Maret 2021. Komposisi dana murah mengalami peningkatan, per Maret 2021 mencapai 45,1%, sementara akhir Desember 2020 sebesar 42,2%.

Di tengah proses pemulihan ekonomi yang menjadi penantian seluruh pihak, Bank OCBC NISP tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perseroan menyalurkan kredit sebesar Rp 114,9 triliun hingga akhir Maret 2021, turun 7% (yoy).

Rasio kredit macet (non performing loan/NPL) net tercatat sebesar 0,8% dan NPL gross mendekati 2,0%, berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan.

"Dengan memahami tantangan yang dihadapi oleh nasabah, kami terus mengakselerasi kemampuan dalam menjalankan fungsi intermediasi berdasarkan prinsip kehati-hatian dan menghadirkan berbagai solusi perbankan yang mendukung nasabah korporasi dan individu menjaga kesehatan keuangannya," ungkap Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP dalam siaran pers, Kamis (29/4).

Disrupsi yang muncul akibat pandemi ini mendorong OCBC NISP untuk terus menghadirkan inovasi dan inisiatif dalam menyediakan solusi finansial bagi masyarakat, baik nasabah individu, maupun pelaku usaha kecil hingga besar.

Parwati menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat layanan berbasis digital untuk menjawab kebutuhan nasabah mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks.

"Kami juga terus melanjutkan komitmen kami dalam mengambil peran yang lebih besar untuk mendorong keberlanjutan bisnis melalui pembiayaan sektor-sektor usaha yang dapat berkontribusi positif bagi ekonomi, sosial dan lingkungan," sambung dia.

Sebagai salah satu upaya untuk mendorong pergerakan ekonomi, OCBC NISP telah menyiapkan beragam solusi menarik untuk meningkatkan penyaluran kredit, di antaranya melalui program #TAYTB Women Warrior yang memberikan pendanaan dengan suku bunga menarik bagi pengusaha perempuan Indonesia. Untuk pengusaha UMKM, perseroan menawarkan program KTA CashBiz dengan pendanaan hingga Rp 200 juta yang dapat diajukan secara online.

Tidak hanya itu, untuk nasabah individual, OCBC NISP juga memberikan suku bunga KPR Easy Start yang sangat menarik yakni mulai dari 1,8% p.a untuk tahun pertama khusus untuk properti yang ramah lingkungan dan memiliki pembangunan berkelanjutan.

Layanan Digital

PARWATI SURJAUDaJA, CEO PT BANK OCBC NISP Tbk. Foto: Investor Daily/David GITA ROZA
PARWATI SURJAUDaJA, CEO PT BANK OCBC NISP Tbk. Foto: Investor Daily/David GITA ROZA

Untuk mendukung nasabah korporasi menjawab tantangan yang dihadirkan pandemi, perseroan memberikan solusi perbankan komprehensif yang didukung dengan layanan berbasis digital, yakni Velocity@ocbcnisp berbasis web dan mobile. Layanan Velocity@ocbcnisp yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis nasabah ini mendapat sambutan yang positif dari nasabah korporasi.

Hal ini terlihat pada jumlah nilai transaksi yang dilakukan mengalami peningkatan sebesar 63% (yoy) per kuartal I-2021. Di sisi lain, frekuensi transaksi meningkat sebesar 9% (yoy) dan jumlah pengguna tumbuh 15% (yoy).

Parwati menjelaskan, perseroan juga terus melanjutkan komitmennya untuk menghadirkan solusi keuangan berkelanjutan yang mendukung nasabah agar dapat melaju jauh memberikan dampak positif terhadap aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Komitmen OCBC NISP dalam mendorong penyaluran pembiayaan berkelanjutan ini direspon positif oleh nasabah korporasi.

PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk

Hal ini terlihat pada total pembiayaan berkelanjutan (sustainability financing) terhadap total kredit yang telah mencapai 27% dan porsi pembiayaan hijau (green financing) di dalam pembiayaan berkelanjutan per 31 Maret 2021 mencapai 41%. Pembiayaan hijau ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan, seperti bangunan berwawasan lingkungan, manajemen pengelolaan air, energi terbarukan dan efisiensi energi dan lainnya.

Mendukung masyarakat Indonesia untuk #MelajuJauh mewujudkan masyarakat yang financially fit, OCBC NISP terus memperkuat kemampuan aplikasi ONe Mobile sebagai Comprehensive Money Manager dalam genggaman yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah tetapi juga membantu nasabah dalam melakukan pengelolaan keuangan dan investasi guna membantu mereka dalam meraih aspirasi keuangannya. Hingga kuartal I ini jumlah pengguna ONe Mobile mengalami peningkatan sebesar 32% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020.

Nasabah juga mulai nyaman menggunakan channel digital Bank OCBC NISP untuk membeli produk-produk investasi, termasuk di dalamnya produk simpanan nasabah (costumer deposits). Nilai customer deposits yang dibuka melalui kanal digital mengalami peningkatan sebesar 21% (yoy).

"Ke depan, kami percaya kebutuhan akan pembiayaan berkelanjutan maupun layanan perbankan digital akan semakin tinggi. Bagi kami, kedua hal tersebut merupakan inisiatif yang perlu didorong lebih lanjut agar dapat mendukung kinerja korporasi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional. Ini merupakan wujud konkrit dukungan bank untuk menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia," tutup Parwati.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN