Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberi welcome speech saat acara Ekonomi Digital Outlook Forum 2020 di Jakarta, Jumat (8/11/2019). Seminar ini kerjasama Beritasatu Media Holdings dengan Tarsus Indonesia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memberi welcome speech saat acara Ekonomi Digital Outlook Forum 2020 di Jakarta, Jumat (8/11/2019). Seminar ini kerjasama Beritasatu Media Holdings dengan Tarsus Indonesia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dampak Virus Korona ke Perbankan

OJK Beri Insentif Penetapan Kualitas Kredit Hanya Satu Pilar

Nida Sahara, Kamis, 27 Februari 2020 | 09:30 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan insentif ke industri perbankan yang debiturnya terdampak Virus Korona berupa penetapan kualitas kredit dari tiga pilar menjadi hanya satu pilar, yakni dari kemampuan membayar debitur. Hal tersebut untuk menjaga tingkat kredit macet lebih terkendali dari debitur bank yang terimbas wabah Virus Korona.

Insentif tersebut merupakan satu dari tiga langkah stimulus yang telah disiapkan OJK. Tiga stimulus OJK tersebut adalah pertama, relaksasi pengaturan penilaian kualitas aset kredit dengan plafon sampai dengan Rp 10 miliar, hanya didasarkan pada satu pilar yaitu ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga, terhadap kredit yang telah disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran Virus Korona (sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh pemerintah).

Kedua, relaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran Virus Korona (sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh pemerintah).

Ketiga, relaksasi pengaturan ini akan diberlakukan sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan, namun dapat diperpanjang bila diperlukan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, wabah Virus Korona berpotensi meningkatkan risiko kredit dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Adapun, dalam menetapkan kualitas kredit harus melihat tiga pilar, yakni ketepatan dalam membayar, prospek usaha debitur, dan kondisi keuangan debitur.

"Kami bisa beri insentif, apa perlu kami beri hanya satu pilar? nanti dibicarakan, jangan cemas. Dari ketiga hal itu, hanya ketepatan membayar yang harus, debitur bank bisa mengajukan kepada bank untuk direstrukturisasi dan sebagainya," kata Wimboh di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Wimboh menjelaskan, dari ketiga pilar tersebut yang paling tidak relevan dalam kondisi saat ini adalah prospek usaha atau pilar kedua dan pilar ketiga yakni kondisi keuangan debitur. "Kalau tidak ada turis masuk, hotel kosong, kondisi likuiditas juga menjadi terganggu. Dengan demikian, dua hal ini kami pertimbangkan tidak menjadi bagian perhitungan kolektabilitas," ujar Wimboh.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN