Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

OJK dan BPK Diminta Lakukan Audit Dana WanaArtha

Sabtu, 21 November 2020 | 14:43 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didorong untuk melakukan audit khusus untuk melaksanakan pemeriksaan dengan tujuan tertentu terkait kasus Jiwasraya yang sudah mempengaruhi nasib dana nasabah WanaArtha Life, dengan langkah ini diharapkan dana nasabah bisa dipisahkan  dengan dana lain dalam rekening WanaArtha yang benar -benar terkait kasus.

Pengamat Hukum Ekonomi Pusat Studi Hukum Kebijakan Indonesia (PSHK) Muhammad Faiz mengatakan ada baiknya dilakukan audit untuk melihat mana dana nasabah mana yang bukan.

Menurutnya, sebagai Otoritas keuangan, OJK bisa saja meminta kepada BPK untuk mengaudit khusus kasus ini agar dana nasabah bisa diselematkan dan industri keuangan punya reputasi baik lagi.

BPK sendiri sudah melakukan pemeriksaan investigasi maupun Penghitungan Kerugian Negara terhadap kasus jiwasraya, audit khusus untuk memastikan dana yang terlibat kasus dengan dana nasabah memang masih dimungkinkan, seperti diatur dalam Penjelasan Atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2004, tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

“Sebagai otoritas keuangan di Indonesia dan bentuk upaya melindungi konsumen sebaiknya OJK bersama dengan self regulatory organization di pasar modal juga berkomunikasi dengan Kejagung terkait hal pemeriksaan rekening,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (21/11).

Kabar yang beredar justru memperlihatkan koordinasi internal di OJK sendiri antara pengawas pasar modal dengan pengawas industri keuangan non bank masih melakukan diskusi.

Pengamat Asuransi Azuarini Diah mengatakan, terkait dengan pemisahan antara dana yang dicurigai dan kejahatan pidana dengan dana nasabah WanaArtha Life, ia sepakat untuk secepatnya dilakukan. Meskipun tujuan penyitaan dan pembekuan rekening yang dilakukan Kejagung adalah untuk mengamankan pengembalian kerugian negara akibat kasus Jiwasraya bukan berarti semua dana dalam rekening diluar jumlah kerugian negara juga ikut dibekukan.

Sebelumnya, OJK mengaku belum bisa memberikan informasi lanjutan terkait dengan nasib nasabah atau pemegang WanaArtha Life, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi mengatakan saat ini pembahasan terkait suntikan modal dan proses hukum masih berjalan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN