Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kantor Kresna Life Insurance

Ilustrasi kantor Kresna Life Insurance

OJK Minta Kresna Life Segera Sampaikan Rencana Penyelesaian Kewajiban Polis

Rabu, 12 Agustus 2020 | 20:20 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) segera menyampaikan rencana penyelesaian kewajiban tunggakan pembayaran polis nasabah atau para pemegang polis. OJK pun bakal mempertemukan manajemen Kresna Life dengan para pemegang polis.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menegaskan, skema penyelesaian kewajiban yang sempat disampaikan Kresna Life kepada para pemegang polis, di luar kewenangan OJK untuk menyetujui atau menolaknya. Seharusnya, skema penyelesaian merupakan kesepakatan antara perusahaan dan pemegang polis.

Untuk itu, kata dia, OJK akan melakukan mediasi dengan mempertemukan pihak Kresna Life dengan perwakilan pemegang polis. Namun sebelum itu, OJK minta perusahaan secara resmi menyampaikan skema penyelesaian kewajiban.

"OJK minta perusahaan menyampaikan rencana penyelesaian kewajiban perusahaan dengan segera dengan didukung sumber-sumber dana yang realistis termasuk dari penambahan modal atau pinjaman subordinasi," ujar Sekar kepada Investor Daily, Selasa (11/8) malam.

Karyawan beraktivitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/DAVID
Karyawan beraktivitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID

Sementara itu, Pemegang Polis Kresna Life Retna mengatakan, pada Senin, 10 Agustus 2020, para pemegang polis menyambagi OJK untuk melakukan pengaduan terkait skema penyelesaian kewajiban yang disampaikan pihak Kresna Life. Ketika itu, tiga orang perwakilan para pemegang polis diterima empat orang pihak OJK. Tiga orang dari Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, satu orang lainnya dari Bidang Pengawas Asuransi.

Dari pertemuan itu, kata dia, para pemegang polis membuahkan lima poin penting. Salah satunya diketahui bahwa skema yang ditawarkan kepada para pemegang polis belum mendapat persetujuan atau diluar pengetahuan OJK. Meski demikian, OJK sudah meminta transparansi pendanaan operasional ke Kresna Life namun belum ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Retna mengungkapkan, jawaban resmi dari OJK mengenai aduan para pemegang polis sedang dalam tahap rekap dan perumusan.

"OJK sedang mengonsep saran skema yang terbaik untuk pemegang polis dan Kresna Life. Dalam waktu dekat, mereka akan panggil manajemen Kresna Life dan mengundang mereka untuk mediasi dengan perwakilan nasabah," imbuh dia.

Sebelumnya, Kresna Life menyampaikan rencana skema penyelesaian pembayaran polis kepada para nasabah, dengan ketentuan semakin besar nominal premi maka semakin lama pula pembayaran tunggakan bisa selesai. Menanggapi skema tersebut, nasabah merasa dirugikan karena skema tidak menyertakan bunga, hanya dana pokok yang dibayarkan hingga tenggat paling lama tahun 2026.

Salinan Surat Kresna Life kepada nasabah dengan nomor surat 081/KL-DIR/VIII/2020 tanggal 3 Agustus 2020 melampirkan tabel dengan judul, Jadwal Rencana Penyelesaian Asuransi Jiwa Protecto Investa Kresna (PIK) dan Polis Asuransi Jiwa Kresna Link Investa (K-LITA). Dalam tabel tersebut, perseroan mengkategorikan nominal premi atau dana nasabah dengan jangka waktu penyelesaian.

Pada tahap awal, Kresna Life membayarkan Rp 50 juta kepada setiap kategori nominal polis. Dilanjutkan pembayaran sisa tunggakan yang akan dimulai April 2021 sampai dengan Januari 2026.

Dalam hal ini, setiap nominal polis memiliki jangka waktu penyelesaian berbeda. Perseroan akan membayarkan dengan cara mencicil setiap enam bulan, sampai lunas. Nilai cicilan pun berbeda pada setiap nominal polis, ditentukan dengan persentase tertentu.

Khusus kategori polis dengan nominal premi Rp 50-100 juta dijadwalkan pembayaran tahap awal sebesar Rp 50 juta pada Agustus 2020. Sisa dana akan dibayarkan 100% dengan jangka waktu 8 bulan atau dengan tenggat April 2021.

Kategori polis dengan nominal Rp 100-200 juta, dimulai dengan pembayaran tahap awal pada September 2020. Kemudian, sisa tunggakan dibayarkan selama 18 bulan atau tiga kali proses cicilan, dimulai pada Maret 2021 dan berakhir pada Maret 2022.

Untuk kategori polis dengan nominal Rp 200-300 juta, juga dimulai dengan pembayaran tahap awal tapi pada Oktober 2020. Kemudian, sisa tunggakan dibayarkan selama 24 bulan atau empat kali cicilan, dimulai pada April 2021 dan berakhir pada Oktober 2022.

Sedangkan kategori polis dengan nominal Rp 300-500 juta, dimulai dengan pembayaran tahap awal pada November 2020. Lalu, sisa tunggakan dibayarkan selama 36 bulan atau enam kali proses cicilan, dimulai pada Mei 2021 dan berakhir pada November 2022.

Sementara polis dengan nominal Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 miliar, dimulai dengan pembayaran tahap awal pada Desember 2020. Selanjutnya, sisa tunggakan dibayarkan selama 48 bulan atau delapan kali cicilan, dimulai pada Juni 2021 dan berakhir pada Desember 2024.

Kemudian, polis dengan nominal diatas Rp 1 miliar, dimulai perseroan dengan melakukan pembayaran tahap awal pada Januari 2021. Selanjutnya, sisa tunggakan dibayarkan selama 60 bulan atau sepuluh kali cicilan, dimulai pada Juli 2021 dan berakhir pada Januari 2026.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN