Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sambutan Ketua OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Sambutan Ketua OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

OJK Patok Pertumbuhan Kredit Perbankan 11% Plus Minus 1%

Lona Olavia, Kamis, 16 Januari 2020 | 13:46 WIB

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan di tahun 2020 kinerja intermediasi perbankan tumbuh di kisaran 11% plus minus 1%, dengan tingkat risiko tetap terjaga rendah. Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) juga ditargetkan ekspansi kredit akan tumbuh sebesar 10%.

Target tersebut di atas pencapaian pertumbuhan kredit di tahun 2019 yang hanya 6,08%, tetapi lebih rendah dari tahun 2018 yang 11,7%, seiring dengan lemahnya permintaan komoditas global. Di mana, bank BUMN tumbuh 8,5% di 2019 dari tahun sebelumnya 14%, Bank Swasta Nasional tumbuh 4,3%dari 9,4%, BPD tumbuh 11,2% dari 8,0%.

Terkait prospek ekonomi tahun ini ini, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memperkirakan masih akan diwarnai dengan downside risks dari perlambatan ekonomi global dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan. Namun demikian, dengan selesainya beberapa proyek infrastruktur strategis dan konsistensi pemerintah menjalankan reformasi struktural, termasuk terobosan melalui hadirnya beberapa Omnibus Law.

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa
Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

"OJK optimistis perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan yang positif akan berlanjut di 2020,” katanya pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (16/1).

Di tahun 2019, di tengah dinamika perekonomian global OJK mencatat stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik, didukung tingkat permodalan dan likuditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga. Fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan mengalami moderasi meski tetap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi domestik.

Pertumbuhan kredit didominasi Bank BUKU IV. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Pertumbuhan kredit didominasi Bank BUKU IV. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Pertumbuhan kredit perbankan didominasi oleh bank BUKU IV yang tumbuh 7,8% yoy sedangkan BUKU III tumbuh 2,4% yoy, BUKU II tumbuh 8,4% yoy, dan BUKU I tumbuh 6,4% yoy.

Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh sektor konstruksi tumbuh 14,6% yoy dan rumah tangga tumbuh 14,6% yoy. Sejalan dengan itu, kredit investasi meningkat 13,2% yang menunjukkan potensi pertumbuhan sektor riil ke depan.

Pertumbuhan kredit ini, sebut Wimboh diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan tercatat rendah yaitu sebesar 2,5% atau net 1,2%.

CAR Perbankan. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
CAR Perbankan. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan mencapai 23,3%, likuiditas yang cukup dengan LDR 93,6%, Net Interest Margin (NIM) tercatat turun menjadi 4,9%, dari 5,1% di tahun 2018 dan rata-rata suku bunga kredit turun dari 10,8% di akhir 2018 menjadi 10,5% di akhir 2019.

“Dari data ini kami optimistis stabilitas sektor perbankan ke depan akan tetap terjaga meski pertumbuhan kredit masih berhati-hati dengan ruang likuiditas yang menyempit namun risiko kredit terjaga dengan baik,” kata Wimboh.

Sumber : Suara Pembaruan

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA