Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Muamalat. Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Bank Muamalat. Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

OJK Segera Tetapkan Investor Bank Muamalat

Nida Sahara, Sabtu, 18 Januari 2020 | 21:38 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sudah dalam tahap finalisasi untuk menetapkan calon investor dari bank syariah pertama di Indonesia, yakni PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Proses tersebut diharapkan seepatnya diselesaikan, karena pencarian investor Bank Muamalat mulai mengerucut.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, sudah mengerucut. Tunggu Januari inilah, mudahmudahan cepat," ungkap Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Slamet Edy Purnomo ketika ditemui Investor Daily usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, di Jakarta, Kamis (16/1).

Karyawan memberikan pelayanan di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta. Foto:  Investor Daily/David Gita Roza
Karyawan memberikan pelayanan di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Edy mengatakan, selain konsorsium Al Falah Investments Pte Limited, OJK mencatat, terdapat tiga calon investor lain yang juga ingin masuk Bank Muamalat. Tiga calon investor tersebut berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Namun demikian, OJK memang melihat yang serius meminang Bank Muamalat sejak awal adalah Al Falah, dan masih menunggu beberapa persyaratan administrasi untuk dilengkapi.

Menurut Edy, sebagai calon investor Bank Muamalat, harus memiliki syarat utama seperti kemampuan finansial, kemudian komitmen dalam jangk panjang, tidak hanya jangka pendek saja. Pasalnya, selain Al Falah, calon investor lainnya juga disebut OJK ada yang berani menawarkan dana lebih besar dari Al Falah, dan sedang dalam penilaian OJK.

"Yang lebih besar ada, tapi masalahnya due diligence itu lama, ya lagi kami assessment dulu. Tapi sejauh ini Al Falah yang selama ini serius, kami tinggal beberapa syarat saja, komitmen jangka panjangnya, berapa rencana tambahan modal ke depan? itu kan perlu komitmen jangka panjang," papar Edy.

Edy menegaskan, dalam mencari investor bank syariah pertama di Indonesia tersebut tidak bisa dilakukan buru-buru, perlu hati-hati supaya mendapatkan investor terbaik yang memilliki komitmen mengembangkan Bank Muamalat bisa sustainable dalam jangka panjang.

"Selama ini kan dia bilang siap Rp 3 triliun, nah setelah itu bagaimana, tidak cukup dong, orang berkembang kan butuh modal terus. Ini harus hatihati, tidak bisa buru-buru, dalam prudential tidak bisa begitu, asumsinya ke depan bagaimana, tunggu Januari inilah, semoga kami cepat," lanjut dia.

Pihaknya mengungkapkan, kondisi likuiditas Bank Muamalat tidak masalah, sehingga dalam mencari investor yang membutuhkan waktu lama tidak akan mengganggu bisnisnya secara keseluruhan. Sebab, meskipun OJK lama menetapkan jodoh yang cocok dengan Muamalat, masih banyak investor yang masih berminat untuk meminang bank syariah tertua tersebut.

"Bank Muamalat itu seksi, satu-satunya bank syariah pertama, bank syariah independen. Hanya memang kurang modal saja, kalau modal sudah ditambah juga menarik lagi, makanya mudah-mudahan dalam waktu dekat," tegas Edy.

Lebih lanjut, Edy juga menyebut kelebihan dari Bank Muamalat adalah secara branding syariah yang melekat kuat membuat  masyarakat apabila ingin pergi haji ingatnya Bank Muamalat.

"Nilai-nilai itu yang disukai investor, customer base yang loyal, independen syariah, jadi marketnya bagus," tambah dia.

Sambutan Ketua OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa
Sambutan Ketua OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan yang digelar OJK dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga mengungkapkan, proses pencarian investor yang tepat untuk Bank Muamalat mulai menemukan titik terang. Diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini. "Saya rasa ini sudah selesai, tinggal eksekusi saja," ujar Wimboh.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana juga mengatakan, proses tersebut masih berlangsung untuk menemukan investor yang memiliki komitmen tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang untuk keberlangsungan Bank Muamalat ke depan. Hal tersebut yang membuat OJK cukup ketat dan selektif menerima investor Bank Muamalat.

"Kami tidak bisa lepaskan begitu aja, nanti begitu diambil investor saya ingin going concern, tidak boleh hanya sekedar baik sekarang saja, nanti 2-3 tahun begitu lagi kurang modal. Diskusinya panjang, begitu kami oke, semua beres," papar Heru.

Heru Kristiyana. Foto: IST
Heru Kristiyana. Foto: IST

Heru juga menyebut banyak calon investor yang ingin menyuntikkan modal kepada Bank Muamalat, meski demikian, OJK mencari yang benar-benar serius, memiliki kemampuan finansial, dan memiliki komitmen jangka panjang.

"Muamalat itu terus kami lakukan exercise, banyak yang ingin ke sana. Banyak yang mau, kami lihat yang ini dibandingkan sama yang ini, yang jelas kami akan pilih yang terbaik," kata Heru.

Meski demikian, dari sejumlah calon investor Bank Muamalat, OJK akan mencari yang terbaik yang bisa mendukung bisnis Bank Muamalat. "Saya tidak mau buka-buka, itu malah akan menghambat proses, kan ada yang mau bantu tapi tidak mau diketahui, jadi sabar aja, supaya tidak terganggu," imbuh dia

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA