Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

OJK Tunggu Pemegang Saham Wanaartha Tambah Modal

Senin, 2 November 2020 | 19:30 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunggu respons pemegang saham PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) untuk menambah modal perusahaan. Hal itu ditujukan sebagai salah satu opsi dalam rangka membayarkan tunggakan klaim polis dan manfaat polis para nasabah.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non Bank (IKNB) sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Riswinandi menyatakan, bahwa OJK dan pihak Wanaartha Life sudah beberapa kali berdiskusi terkait persoalan di perusahaan asuransi jiwa tersebut. Salah satu opsi yang disarankan OJK adalah penambahan modal oleh pemegang saham.

"Untuk Wanaartha kita sudah ada beberapa kali diskusi, tapi kekuatan dari pemegang saham ini kelihatannya mereka masih belum bisa kasih respons terkait bagaimana mereka melakukan menambahkan modal," kata dia pada konferensi pers virtual terkait Perkembangan Kebijakan dan Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan, Senin (2/10).

Dia menambahkan, proses hukum PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang membuat rekening efek Wanaartha disita pun masih berlangsung. Dengan begitu, OJK juga menunggu proses hukum yang kini sedang berjalan.

Seperti yang telah dikabarkan Investor Daily, Wanaartha Life diketahui sedang menjajaki investor terbaru dalam rangka penyehatan keuangan perusahaan. Salah satu calon investor yang menaruh minat disinyalir merupakan bank berskala internasional.

Hal tersebut diketahui dari penuturan pemegang polis Wanaartha Life setelah melakukan dialog bersama manajemen Wanaartha Life, Senin (14/9). Dalam kesempatan itu, manajemen menjelaskan pendekatan perseroan dalam menyelesaikan persoalan gagal bayar manfaat dan nilai pokok polis. Pada saat yang sama, para pemegang polis pun menyampaikan sejumlah aspirasinya.

Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Direktur Keuangan Wanaartha Life Daniel Halim, Corporate Communication Manager Wanaartha Life Mustain, Official Lawyer Wanaartha Life Agung Wibowo dan Mikael. Menariknya dialog turut dihadiri Manfred A Pietruschka yang kini turut disinyalir menjabat sebagai Komisaris perusahaan. Sedangkan pihak pemegang polis diwakili oleh enam anggota Perkumpulan Pemegang Polis Wanaartha (P3W).

Dari rangkuman hasil dari pertemuan yang dituliskan pemegang polis diketahui, hanya dua aspirasi pemegang polis yang direspon oleh manajemen. Salah satu poin yang dimaksud menjelaskan bahwa Wanaartha Life saat ini sedang dalam proses penyehatan keuangan dengan sejumlah opsi. Sayangnya, hasilnya belum bisa disampaikan secara detail pada dialog itu dan akan disampaikan pada dialog selanjutnya.

Humas P3W Freddy Handojo mengatakan, Wanaartha Life menempuh dua opsi penyehatan keuangan. Diantaranya adalah menunggu penyitaan rekening efek dibuka Kejaksaan Agung atau mencari investor baru untuk menyuntik dana.

"Calon investornya saat ini bank berskala internasional, masih di-keep (dirahasiakan). Karena banyak asuransi gagal bayar saat ini pada mau cari investor baru untuk suntik dana. Kalau sampai terekspose, bisa asuransi lainnya berlomba-lomba menawarkan diri," demikian kata Freddy.

Selain calon investor dari perbankan, dia mengungkapkan, sebelumnya Wanaartha Life pun telah menjajaki investor baru dan sempat melakukan pertemuan di Singapura. Belum dijelaskan bisnis yang dijalankan calon investor itu, namun ditengarai pertemuan tersebut belum mencapai titik temu.

Freddy menilai, langkah yang diambil pihak manajemen itu disambut positif oleh para pemegang polis. "Kabar bagus dan itikad baik untuk cari investor baru yang bisa suntik dana selama rekening efek Wanaarthanya di sita. Untuk dapat dana segar agar Wanaartha bisa recovery keuangannya dan bisa memenuhi kewajiban kepada nasabah," imbuh dia.

Dia mengatakan, pihak Wanaartha tidak memberikan garansi waktu dalam upaya menyelesaikan persoalan kesehatan keuangan melalui opsi mencari investor baru. Hal demikian juga berlaku bagi opsi menunggu pembukaan rekening efek oleh Kejaksaan Agung. Bagi para pemegang polis, opsi manapun penting untuk sesegera mungkin bisa direalisasikan supaya Wanaartha bisa memenuhi kewajibannya.

Sementara itu sebelum diskusi dengan Nasabah, OJK mendesak pemegang saham Wanaartha Life menyuntikkan modal. Sebab, opsi itulah yang paling rasional untuk menyelesaikan kewajiban terhadap para pemegang polis, disamping pencairan aset yang kini terkendala penyitaan rekening efek oleh Kejaksaan Agung.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB II A OJK Ahmad Nasrullah menyatakan, bahwa pihaknya telah menyurati Wanaartha Life agar pemegang saham ikut bertanggung jawab dan menanggulangi permasalahan tersebut. Meskipun dalam hal ini, pemegang saham merasa tidak memiliki keterkaitan dengan pemblokiran rekening efek yang membuat terjadinya gagal bayar.

"Sebagai pemegang saham pengendali (PSP) kita minta untuk ikut menanggulangi, caranya seperti apa? Ya idealnya menambah modal. Secara besaran mungkin dia tidak sanggup, tapi yang saya tahu dia sudah coba nalang-nalangin untuk tambah-tambah biaya operasional dan segala macam," ucap dia di kompleks parlemen, medio Agustus 2020.

Nasrullah menilai, upaya antisipasi dari pemegang saham untuk menalangi biaya operasional tersebut akhirnya berbuntut gagal. Karena kabar mengenai gagal bayar telah terekspos luas, sehingga banyak dari nasabah ketakutan dan melakukan penebusan polis. Hal tersebut memperparah situasi karena sebelumnya aset perseroan tidak bisa dicairkan.

Dia menuturkan, permasalahan tersebut sejatinya tidak diinginkan berbagai pihak untuk terjadi karena pasti berdampak langsung kepada industri asuransi. Namun disisi lain, proses hukum terkait permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang menyeret rekening efek Wanaartha Life mesti dihormati. Selain itu, komunikasi antara nasabah dan manajemen perseroan pun perlu tetap dijalankan.

Dengan demikian, kata dia, masalah Wanaartha tersebut bisa selesai jika pemegang saham menyuntik modal yang cukup untuk menolong likuiditas perseroan. Opsi lain adalah, menunggu proses hukum yang saat ini masih abu-abu bisa segera selesai, sehingga perseroan bisa mencairkan asetnya.

"Sebenarnya perusahaan ini tidak ada masalah. Cuma itu saja, karena diblokir, lalu kebetulan asetnya di pasar modal lagi turun nilainya, sekarang alhamdulillah sudah naik lagi. Tapi tetap saja, tidak bisa diapa-apain, tidak bisa dijual untuk klaim. Kalau Wanaartha sesimpel itu masalahnya," tandas Nasrullah.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN