Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Allianz. ( Foto: Istimewa )

Gedung Allianz. ( Foto: Istimewa )

Oktober, Allianz Indonesia Bayar Klaim Rp 490 Miliar

Minggu, 6 Desember 2020 | 15:32 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Allianz Indonesia membukukan klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp 490 miliar sampai dengan Oktober 2020. Perseroan memaksimalkan penggunaan artificial intelligence (AI) dalam mempercepat proses klaim.

Seperti yang dijelaskan dalam keterangan tertulis, Allianz Indonesia memastikan proses klaim asuransi kesehatan dapat dilakukan secara cepat. Karena proses klaim bagi perusahaan asuransi merupakan moment of truth terhadap nasabahnya. Kini perseroan telah sepenuhnya melakukan automasi proses klaim asuransi kesehatan, mulai dari pengajuan secara digital hingga proses pembayaran.

Hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk memproses lebih dari 95% klaim digital asuransi kesehatan dalam kurun waktu 48 jam.

Lebih daripada itu, perusahaan juga mengaku terus meningkatkan performanya hingga saat ini. Lebih dari 30% klaim digital asuransi kesehatan telah berhasil dibayarkan dalam waktu 24 jam.

Pencapaian tersebut dicatatkan lebih baik dibandingkan proses manual yang bisa memakan waktu hingga tujuh hari kerja. Sementara hingga Oktober 2020, Allianz Indonesia telah membayarkan sebanyak 150 ribu kasus klaim, dengan total nilai klaim lebih dari Rp 490 miliar.

"Sebagai bentuk realisasi komitmen kami kepada seluruh nasabah, Allianz terus menambah dan meningkatkan infrastruktur digital yang dimiliki guna memberikan layanan yang cepat pada Nasabah. Kini, kami mencapai milestone baru dalam transformasi digital kami dengan memaksimalkan teknologi artificial intelligence ke dalam proses analisa klaim," ungkap Chief Digital Officer Allianz Life Indonesia Mike Sutton, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, teknologi AI yang dikembangkan oleh perusahaan sejak 2019 itu memberikan wawasan yang lebih dalam seperti membantu perusahaan dalam memprediksi penjualan, mendukung pelayanan Nasabah, hingga mempercepat analisis dan pengambilan keputusan di proses klaim. Sejak diimplementasikan di tahun 2019, penggunaan teknologi AI ini turut berdampak positif terhadap peningkatan kepuasan nasabah.

Selain itu, Chief Data Officer Allianz Life Indonesia Alexander Kurth menerangkan, teknologi AI dalam proses klaim juga membantu mendeteksi aktivitas yang mengandung unsur kecurangan atau penipuan (fraud) lebih cepat dan lebih dini.

Melalui teknologi AI, perusahaan mampu menganalisa lebih dari 7.500 pengajuan klaim setiap bulannya, memberikan hasil dua kali lebih banyak dari proses analisa manual.

"Dengan penggunaan artificial intelligence, perusahaan mampu mendeteksi aktivitas yang berpotensi fraud secara lebih cepat dari sebelumnya. Saat ini kami dapat mendeteksi kasus klaim terkait aktivitas fraud dengan akurasi AI lebih dari 80%. Hasilnya, kami dapat mempercepat seluruh proses klaim nasabah yang dinyatakan wajar dan memberikan pengalaman yang lebih baik ke Nasabah," demikian kata dia.

Alex menyatakan, perusahaan akan terus memperkuat kapasitasnya dalam memitigasi aktivitas potensi fraud bukan hanya untuk klaim asuransi kesehatan, tapi juga lini bisnis lainnya. “Dengan melakukan semua hal tersebut, perusahaan bisa menekan pengeluaran untuk pembayaran klaim fiktif dan meningkatkan cost efficiency, sehingga iklim bisnis perusahaan bisa tetap terjaga dan kondusif," tandas dia.

Dalam hal ini, Mike menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan integritas perusahaan dan berpegang teguh pada prinsip utmost good faith di seluruh aspek bisnis. Karena prioritas utama perusahaan adalah kepercayaan dan kepuasan nasabah serta masyarakat luas. Termasuk kehadiran teknologi guna mendorong percepatan bisnis.

"Meski penggunaan teknologi AI belum marak diterapkan di industri asuransi, namun kami yakin bahwa teknologi kecerdasan buatan ini dapat mendukung kami untuk merealisasikan komitmen kami tersebut," pungkas Mike.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN