Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan

Oktober, BPJS Kesehatan Catat 4,66 Juta Peserta PBI Baru

Prisma Ardianto, Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:42 WIB

JAKARTA, investor.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat per Oktober 2019 terdapat 4,66 juta peserta yang mulai aktif sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, namun di sisi lain terdapat 4,68 juta peserta PBI yang dinonaktifkan. Pertukaran posisi tersebut merupakan pembaruan perserta yang layak terdaftar sebagai PBI.

Deputi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Bona Evita menyampaikan, pertukaran posisi yang dilakukan merujuk pada Surat Keputusan (SK) Kementerian Sosial (Kemensos) Nomor 109 Tahun 2019 tentang Pergantian Data Peserta PBI yang Dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam pelaksanaanya, setiap bulan Kemensos terus memperbarui peserta menerima PBI.

Mengutip paparan data BPJS Kesehatan, pada pengujung September 2019 terdapat 94,14 juta peserta aktif penerima PBI dari total kuota yang disediakan pemerintah sebesar 96,8 juta peserta. Bona menyebutkan, syarat untuk masuk sebagai peserta PBI adalah terdaftar dalam antrean Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS) yang ditetapkan setiap Januari dan Juli per tahun. Adapun Undang-Undang (UU) Nomor 42 Tahun 2004 menjelaskan bahwa pemerintah secara bertahap mendaftarkan PBI sebagai peserta kepada BPJS Kesehatan. Adapun penerima bantuan iuran yang dimaksud adalah fakir miskin dan tidak mampu.

Bona merinci, terdapat 2,1 juta peserta baru PBI merupakan fakir miskin dan tidak mampu yang telah terdaftar dalam DTKS. Sementara, sebanyak 2,56 juta peserta tercatat sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang menunggak iuran. "Jadi dia itu dialihkan, karena kalau menunggak dia tidak akan mendapatkan akses layanan kesehatan," jelas Bona di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Selasa (1/10).

Untuk peserta PBI yang dinonkatifkan, sambung Bona, pihaknya memberi kemudahan untuk mendaftar ke segmen kepesertaan lain. Sebagai contoh, kepesertaan akan langsung aktif ketika calon peserta mendaftar dan membayar iuran. Artinya, peserta dapat langsung mendapatkan layanan dari PBJS Kesehatan. Kemudahan ini berlaku 30 hari sejak peserta dinonaktifkan.

Dia menambahkan, pendaftaran di luar tenggat itu akan berlaku masa aktivasi selama 14 hari. Adapun beberapa dokumen yang harus disiapkan untuk menjadi peserta mandiri yakni kartu keluarga, KTP elektronik, mengisi formulir daftar isian peserta, fotocopy halaman depan buku tabungan yang mencantumkan nomer rekening dan surat kuasa.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA