Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Oktober, Perbankan Cetak Laba Rp 130 Triliun

Thomas E Harefa/Nida Sahara, Kamis, 26 Desember 2019 | 08:36 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri perbankan mencetak laba bersih Rp 130,77 triliun sampai dengan Oktober 2019, tumbuh 6,05% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 123,31 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh penyaluran kredit perbankan yang tumbuh 7,89% secara tahunan (year on year/yoy).

Berdasarkan data OJK yang dipublikasi pada Senin (23/12), laba bersih sampai Oktober 2019 yang dikontribusi oleh 110 bank umum tersebut ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp 688,72 triliun, naik dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 610,35 triliun. Beban bunga tercatat Rp 367,61 triliun, naik dibandingkan Oktober tahun lalu Rp 299,11 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih mencapai Rp 321,11 triliun atau naik dibandingkan Oktober tahun lalu Rp 311,24 triliun.

Sementara itu, pendapatan operasional selain bunga Rp 326,15 triliun atau naik dibandingkan Oktober 2018 senilai Rp 221,84 triliun. Beban operasional selain beban bunga sebesar Rp 482,07 triliun, naik dibandingkan Oktober tahun lalu Rp 385,01 triliun.

Data OJK mencatat, sampai Oktober 2019 outstanding penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 5.506,16 triliun atau tumbuh 6,52% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 5.168,78 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 5.904,12 triliun atau tumbuh 6,29% dibandingkan Oktober tahun lalu Rp 5.554,53 triliun. Sementara itu, total aset bank umum mencapai Rp 8.344,89 triliun atau tumbuh 5,93% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7.877,83 triliun.

Berdasarkan kelompok bank, OJK mencatat kelompok bank asing mencatatkan pertumbuhan laba signifikan sampai Oktober 2019, yakni sebesar 40,64% dari Rp 6,84 triliun menjadi Rp 9,62 triliun. Kelompok bank umum swasta nasional (BUSN) nondevisa menempati peringkat kedua pertumbuhan laba sebesar 12,41% dari Rp 1,45 triliun pada Oktober tahun lalu menjadi Rp 1,63 triliun. Selanjutnya, kelompok BUSN devisa dengan laba bersih sampai Oktober 2019 sebesar Rp 45,56 triliun atau tumbuh 11,97% dibandingkan Oktober tahun lalu Rp 40,69 triliun. Sementara itu, kelompok bank persero sampai Oktober 2019 mencetak laba Rp 62,07 triliun atau tumbuh 3,28% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 60,10 triliun.

Data juga mencatat kelompok bank pembangunan daerah (BPD) membukukan penurunan pertumbuhan laba sebesar 11,67% dari Rp 11,48 triliun pada Oktober tahun lalu menjadi Rp 10,14 triliun. Demikian juga untuk kelompok bank campuran membukukan penurunan laba signifikan 36,73% menjadi Rp 1,74 triliun dibandingkan Oktober tahun lalu Rp 2,75 triliun.

Sampai Oktober 2019, capital adequacy ratio (CAR) bank umum sebesar 23,54% atau naik dibandingkan Oktober tahun lalu 22,97%. Return on asset (ROA) mencapai 2,48% atau sedikit turun dibandingkan Oktober 2018 di level 2,52%. Net interest margin (NIM) pada Oktober 2019 di level 4,90% atau turun dibandingkan Oktober 2018 di level 5,13%. Kemudian loan to deposit ratio (LDR) tercatat di level 93,96% atau sedikit naik dibandingkan Oktober tahun lalu 93,71%. Sementara itu, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada Oktober 2019 di level 80,65% atau naik dibandingkan periode sama tahun lalu 78,71%.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN