Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

Ombudsman Minta Kejaksaan Pisahkan Sub Rekening Efek Nasabah WanaArtha

Selasa, 10 November 2020 | 09:12 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kejaksaan diminta untuk menganalisa pembekuan rekening WanaArtha Life dan mengumumkan hasilnya ke publik terkait aliran dana Jiwasraya.

Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih mengatakan, kejaksaan harus melakukan mitigasi atas proses hukum yang bisa berdampak pada orang lain yang tidak terkait sehingga aset -aset pada proses hukum bisa dipisahkan dari aset lain yang  tidak terkait.

Ia berharap kejaksaan membuat kerangka mitigasi terhadap kasus yang berdampak pada orang banyak seperti ini, Kejaksaan bisa menganalisis aset mana yang perlu dibekukan, apakah rekening efek masuk dalam bagian yang disita atau bukan.

Ia menilai analis oleh kejaksaan nantinya perlu disampaikan ke publik, jangan sampai industri asuransi tidak menyelesaikan kewajibannya.

“ Hak-hak nasabah perlu ditelusuri proses transaksi nasabah yang sudah jatuh tempo, apakah ada rekening yang diblokir atau tidak,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Selasa (10/11).

Benny Tjokro. Foto: IST
Benny Tjokro. Foto: IST

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak mengatakan saat ini kasus Jiwasraya dengan terdakwa Benny Tjokro sudah ada putusan hakim meskipun baru di tingkat pertama.

Jika para nasabah melapor ke Komjak maka pihaknya akan memproses sesuai dugaan penyalahgunaan yang dilakukan jaksa, terkait dana nasabah, pihaknya tidak mempunyai wewenang untuk mengintervensi.

Laporan terkait penanganan kasus dan pelanggaran kode etik oleh jaksa juga mesti disertai bukti yang mendukung agar saat meminta keterangan pada jaksa terkait substansinya jelas.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN