Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri-kanan) Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo, Direktur Pengembangan Investasi BP Jamsostek Edwin Michael Ridwan, Anggota Dewan Direktur INA Stefanus Ade Hadiwidjaja, Anggota Dewan Direktur INA Arief Budiman, dan Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Indonesia Investment Authority (INA) tentang Kerjasama Investasi, di Wisma Jamsostek, Jakarta, Senin (24/5). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

(kiri-kanan) Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo, Direktur Pengembangan Investasi BP Jamsostek Edwin Michael Ridwan, Anggota Dewan Direktur INA Stefanus Ade Hadiwidjaja, Anggota Dewan Direktur INA Arief Budiman, dan Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Indonesia Investment Authority (INA) tentang Kerjasama Investasi, di Wisma Jamsostek, Jakarta, Senin (24/5). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Optimalkan Kinerja Investasi, BP Jamsostek Gandeng INA

Senin, 24 Mei 2021 | 16:20 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek dan Indonesia Investment Authority (INA) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengoptimalkan kinerja investasi institusi, sekaligus mendukung program pemerintah.

Kerjasama ini ditujukan untuk mensinergikan sumber daya dan dana yang dimiliki dalam melakukan kerjasama investasi langsung. BP Jamsostek dan INA akan berbagi informasi atas potensi investasi dalam beberapa sektor investasi, antara lain sektor infrastruktur, infrastruktur digital, jasa dan pendukung kesehatan, hingga energi berkelanjutan.

MOU ditandatangani oleh Direktur Investasi BP Jamsostek Edwin Ridwan, CFA, FRM bersama Dewan Direktur INA Stefanus Ade Hadiwidjaja dan Arief Budiman yang disaksikan oleh Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo, Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah, serta Ketua Dewan Pengawas BP Jamsostek Muhammad Zuhri Bahri dan Anggota Dewan Pengawas INA, Darwin Cyril Noerhadi.

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo mengatakan, BP Jamsostek selain memberikan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terbaik kepada peserta, juga memiliki misi untuk mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional.

Implementasi dari misi luhur ini antara lain adalah melalui kerjasama ini, BP Jamsostek dapat meningkatkan investasi langsung pada proyek-proyek strategis Pemerintah.

"BP Jamsostek bersama dengan INA akan melakukan investasi langsung sebagai co-investor ke berbagai proyek. Dengan potensi dana kelolaan yang cukup besar, output dari kerjasama ini dapat juga mendukung kemitraan dengan Kementerian BUMN, yang kami yakin akan memberikan prioritas proyek-proyek strategis," jelas Anggoro.

Kerjasama dengan INA ini serta dengan pihak-pihak yang lain, juga merupakan upaya BP Jamsostek untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru, melakukan diversifikasi risiko, serta mendistribusikan dana investasi sebagai dana amanah ke dalam berbagai instrumen investasi alternatif, dengan durasi yang lebih panjang, yield yang optimal, governance dan manajemen risiko yang memadai.

Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah mengatakan, antusiasme INA dalam inisiasi kerjasama dengan BP Jamsostek ini cukup tinggi. Menurut dia, karakter investasi INA sendiri hampir mirip dengan BP Jamsostek, yaitu bersifat long-term dan stabil.

"INA selain bekerjasama dengan institusi global, juga beraspirasi untuk berkolaborasi dengan berbagai institusi investasi domestik, mengingat luasnya peluang investasi yang dapat dikembangkan. Kami percaya ini merupakan langkah awal positif untuk kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai investor, baik global maupun domestik dalam berbagai sektor di Indonesia," terang Ridha.

Adapun INA merupakan lembaga yang lahir berdasarkan Undang undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Lembaga ini berdiri dengan tujuan untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan membangun kekayaan untuk generasi mendatang.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatan investasi dan berkolaborasi dengan institusi investasi terkemuka global dan domestik dalam sektor-sektor yang memperkuat keunggulan Indonesia dan memberikan imbal balik yang optimal.

Sejalan dengan Anggoro, Edwin berharap kerjasama investasi dengan INA ini dapat mendongkrak kinerja investasi dengan lebih baik lagi dan pada akhirnya mampu memenuhi ekspektasi seluruh stakeholder.

Harapannya juga nanti akan ada penambahan porsi investasi langsung yang diatur dalam Peraturan Pemerintah, jika sudah terealisasi, potensi porsi investasi langsung BP Jamsostek bisa naik hingga maksimal 10%, dimana saat ini porsi tersebut masih sebesar 5% saja.

"Semoga dengan terjalinnya kerjasama ini dapat menjadi nilai positif bagi perekonomian Indonesia, sesuai dengan tujuan dibentuknya INA agar pembangunan berkelanjutan untuk generasi mendatang yang lebih baik lagi," pungkas Edwin.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN