Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Depan:   Yanto Jayadi Wibisono, Presiden Direktur (kanan), Fanra Budiman Arief, Direktur (kiri).
Belakang : Tamara Arista Salim, Direktur Kepatuhan (kanan), A Dwi Ana Nurhandayani, Direktur Keuangan (kiri).

Depan: Yanto Jayadi Wibisono, Presiden Direktur (kanan), Fanra Budiman Arief, Direktur (kiri). Belakang : Tamara Arista Salim, Direktur Kepatuhan (kanan), A Dwi Ana Nurhandayani, Direktur Keuangan (kiri).

Optimisme Bisnis Membaik, Marein Antisipasi Lonjakan Klaim

Rabu, 16 Juni 2021 | 18:40 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – PT Maskapai Reasurasi Indonesia Tbk (Marein) mencermati dan mengantisipasi dinamika yang terjadi seiring ditemukannya varian baru virus Covid-19 di Indonesia. Dampak Covid-19 sudah dirasakan industri asuransi dan reasuransi sepanjang 2020. Memasuki tahun 2021, ada harapan besar dengan perbaikan kondisi ekonomi melalui progam vaksinasi yang secara gencar dilakukan pemerintah.

“Sebenarnya tanda-tanda perbaikan bisnis dan menuju arah positif sudah terlihat di awal tahun, tapi begitu memasuki Februari dan Maret ditemukan varian baru virus Covid-19 yang ternyata juga sudah menjalar ke Indonesia. “Kami selalu membuat strategi, tapi siap mengantisipasi perubahan-perubahan akibat pandemi. Dampak pandemi terus kami pantau,” ujar Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisono dalam Paparan Publik Marein secara virtual di Jakarta usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (16/6).

Dikatakan Yanto, arah positif itu terlihat dari pertumbuhan bisnis Marein hingga kuartal pertama tahun ini. “Premi ada peningkatan sekitar 6%, laba juga ada kenaikan sekitar 21%, yang disebabkan hasil investasi yang naik 20%,” tuturnya.

Kendati sudah terlihat ada pertumbuhan, Marein, kata Yanto, akan terus mencermati perkembangan Covid-19 dengan mulai merebaknya varian baru serta jumlah penderita positif yang menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir terhadap dampak ekonomi dan bisnis tahun ini. Selain faktor pandemi yang belum mereda, Marein pun mengantisipasi beberapa hal yang bisa berpengaruh terhadap kinerja perusahaan tahun ini. Pertama, terkait tren kenaikan klaim kematian yang terjadi di asuransi jiwa. Angka klaim yang dilaporkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) beberapa waktu lalu menyebut ada kenaikan 62%. Pengajuan klaim asuransi jiwa tersebut kemungkinan masuk ke reasuransi pada kuartal dua dan tiga.

Hal kedua, yang dicermati terkait dengan asuransi kredit. Selama beberapa tahun terakhir ini klaim asuransi kredit terus meningkat sehingga reasuransi terdampak pula dalam pembayaran klaimnya. “Kami mengamati dengan serius tentang asuransi kredit, mudah-mudahan ceding company sudah mengantisipasi dari sisi risk-nya, potensi beban asuransi kredit masih ada tahun ini, karena asuransi kredit itu berjangka, tidak hanya satu tahun,” tuturnya.

Kendati ada hal-hal yang perlu diantisipasi, secara umum Yanto optimistis hingga akhir tahun akan ada perbaikan dari sisi pertumbuhan ekonomi sehingga bisa mengerek pendapatan premi reasuransi. Di sisi lain, investasi masih cenderung flat.

 

Kinerja 2020

Pertumbuhan bisnis reasuransi sepanjang tahun 2020 mengalami penurunan sejalan kondisi bisnis asuransi yang sedang menurun. Pandemi yang melanda sejak Maret 2020 menjadi alasan utama kinerja industri reasuransi tidak sebagus tahun sebelumnya. Hal ini dialami Marein yang dalam beberapa catatan kinerja keuangan menurun. Direktur Kepatuhan Marein Tamara Arista Salim meyampaikan, premi bruto turun 3,9% dari Rp2,7 triliun menjadi Rp2,6 trliun. Hasil underwriting turun 45,0% dari Rp161,1 miliar menjadi Rp88,6 miliar. Hasil investasi juga turun 10,1% dari Rp129,3 miliar menjadi Rp116,3 miliar. Penurunan ketiga komponen tersebut berimbas kepada laba tahun berjalan yang turun 41,3% dari Rp179,3 miliar menjadi Rp105,2 miliar. Kendati ada penurunan dari sisi capaian bisnis, secara kesehatan perusahaan (risk based capital/RBC), Marein justru mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019, dan menjadi 358,5% (konvensional), dan 327,2% (syariah).

Direktur Utama Marein Yanto Jayadi Wibisono menuturkan, Penurunan hasil underwriting, Yanto menyebut salah satu sebab karena Marein mendapat bagian pembayaran klaim dari banjir Jakarta di awal Januari 2020, dan dampaknya terhadap pembukuan 2020. “Itu menyebabkan hasil underwriting turun. Selebihnya memang ada klaim-klaim termasuk klaim Covid-19,” imbuhnya. Adapun strategi yang dilakukan perusahaan dalam mempertahankan bisnis selama pandemi 2020 juga dilakukan untuk menghadapi tahun 2021. Di antaranya meningkatkan kualitas SDM, menyempurnakan sistem manajemen risiko melalui three lines of defense, manajemen arus kas, dan peningkatan cadangan, serta menyempurnakan sistem teknologi informasi dan digitalisasi.

RUPST menyetujui, sebesar 24,6% atau Rp25,9 miliar dari laba bersih yang dibukukan perusahaan senilai Rp105,2 miliar ditetapkan untuk pembagian dividen, sementara sisanya sebagai laba ditahan. Pada kesempatan tersebut juga RUPST menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan dengan mengangkat A Dwi Ana Nurhandayani sebagai direktur keuangan. Dengan demikian komposisi direksi Marein  saat ini adalah, Presiden Direktur Yanto Jayadi Wibisono (Presiden Direktur), Trinita Situmeang (Direktur/Direktur Independen), Fanra Budiman Arief (Direktur), Tamara Arista Salim (Direktur Kepatuhan), dan A Dwi Ana Nurhandani (Direktur Keuangan).

 

 

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN