Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pasar Uang Masih Tunggu Data Inflasi Pekan Depan

Jumat, 28 Agustus 2020 | 09:40 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (28/8/2020) menguat 5 poin atau 0,03% menjadi Rp14.655 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.660 per dolar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri dalam sambungan telepon dengan BeritaSatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (28/8/2020) mengatakan, pergerakan rupiah sepanjang pekan ini trennya masih menguat. 

Rully menilai hari ini masih ada ruang rupiah untuk menguat namun di sisi lain masih perlu diwaspadai volatilitasnya agak tinggi di akhir pekan.

“Memang di dalam negeri sendiri belum terlalu banyak berita positif dan pasar mungkin masih menunggu data inflasi yang akan dipublikasikan hari Senin pekan depan,” ujarnya.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Pidato Ketua The Fed Jeremy Powell di Jackson Hole diakui Rully menjadi perhatian besar global market. Jackson Hole memang selalu menarik dan ditunggu karena tiap tahunnya akan melihat bagaimana kebijakan The Fed.

“Untuk tahun ini memang menarik karena di tengah pandemi global yang masih belum berakhir dan korbannya masih terus mengalami kenaikan. Di sisi lain itu masih mengganggu pemulihan global sehingga the Fed masih akan terus berkomitmen melakukan kebijakan yang akomodatif,” jelasnya.

Menurut Rully, seperti yang sudah diekspektasikan The Fed kemungkinan masih akan tetap mengedepankan kebijakan akomodatif, dan impaknya akan positif untuk pasar.

Terkait posisi rupiah, Rully menilai kecenderungannya akan mengalami apresiasi karena faktor teknikal. Karena minggu lalu rupiah tertekan hampir mendekati 14.900. Permintaan valas sudah cenderung mengalami penurunan di akhir bulan Agustus ini.

“Sampai akhir bulan ini rupiah kisarannya masih akan stabil di 14.600 sampai dengan 14.700,”  paparnya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN