Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemimpin Hutan Organik Megamendung Rosita (kedua dari kanan) dan Group Head Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Kliko Mulyono (kedua dari kiri) menunjukkan tanda kolaborasi tetap berlangsung di Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (19 Juni 2021). (ist)

Pemimpin Hutan Organik Megamendung Rosita (kedua dari kanan) dan Group Head Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Kliko Mulyono (kedua dari kiri) menunjukkan tanda kolaborasi tetap berlangsung di Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (19 Juni 2021). (ist)

Peduli Kelestarian Alam, BNI Kembangkan Hutan Organik

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:21 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian alam. Salah satu bentuk konkretnya yakni kolaborasi BNI dengan pengelola Hutan Organik di Kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengelolaan Hutan Organik di lahan seluas 22 hektar tersebut merupakan salah satu dari sekian kisah sukses keterlibatan BNI sebagai bank pelopor Green Banking dalam mengelola dan menjaga kelestarian alam serta keberlangsungan lingkungan. Kolaborasi tersebut berhasil mengubah lahan kritis yang nyaris tanpa harapan menjadi hutan rimbun yang bisa menghidupi masyarakat disekitarnya.

Kerjasama antara Pengelola Kelompok Hutan Organik ini dimulai tahun 2019 dan 2020 lalu, dimana BNI melalui program CSR-nya terlibat langsung dalam pengelolaan hutan dengan kelompok Hutan Organik di kawasan dengan memasok kebutuhan kebun bibit (nursery) dan pengembangan sarana dan prasarana Kelompok Hutan Organik.

Menariknya, konsep Hutan Organik ini selain sebagai upaya pelestarian lingkungan juga dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar. Pasalnya, di sana tidak hanya ditanami pepohonan rindang untuk penghijauan tetapi juga buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti Durian, Alpukat, Mangga, Rambutan, Cengkeh, dan Pala. Dimana, masyarakat bisa merasakan langsung hasil panen buah-buahan tersebut bagi pemenuhan kebutuhan hidup keluarga.

Pengelola Hutan Organik Mega Mendung Yuhan Subrata menuturkan, Hutan Organik awalnya bernama Kelompok Tani Megamendung yang sejak tahun 2001 telah berupaya melakukan rehabilitasi ekosistem dan lahan kritis di kawasan hutan Megamendung. Aksi BNI dengan program CSR di Kawasan hutan Megamendung tersebut sejalan dengan keprihatinan para pemrakarsa Hutan Organik pada kerusakan lingkungan yang telah terjadi sejak lama.

BNI bersama pencinta lingkungan juga secara aktif melakukan kampanye dan mensosialisasikan pelestarian lingkungan hidup melalui berbagai kegiatan. Selain melakukan rehabilitasi lahan kritis dengan penanaman pohon 10 ribu pohon, BNI juga telah memberikan bantuan dalam bentuk pembangunan sarana dan prasarana serta penamanan dan pemeliharaan pohon.

"Kami sangat berterima kasih atas keterlibatan BNI dalam upaya rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Megamendung, juga atas bantuan pembiayaan untuk pertanian organik," ujar Yuhan di Megamendung, Bogor, Sabtu (19/6).

Menurut Yuhan, secara umum aksi BNI memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Setidaknya ada tiga manfaat utama penghijauan bagi lingkungan dan manusia. Pertama, untuk mencegah erosi tanah.

"Dengan penghijauan, pepohonan akan bertindak sebagai penghalang angin sehingga melemahkan kecepatan angin dan mengurangi dampak dan kemampuannya untuk membawa partikel yang besar dari tanah," kata dia.

Akar-akar pohon yang tertanam di dalam tanah, lanjut dia, juga berguna menahan tanah untuk memastikan bahwa tanah tidak terseret air selama banjir. "Dengan pohon-pohon yang ditanam, akan menahan tanah sehingga tidak mudah longsor, terutama di daerah berbukit dan pegunungan," ujar Yuhan.

Kedua, lanjut dia, membuat kualitas udara menjadi lebih baik, pasalnya pohon memainkan peran penting dalam memurnikan udara. Hal tersebut karena pohon dapat memurnikan karbon dioksida dan memberikan oksigen melalui fotosintesis.

"Untuk setiap pohon yang ditanam dalam kerjasama dengan BNI ini akan menyerap dampak buruk karbondioksida. Dari 10 ribu pohon yang ditanam selama 2019, kami perhitungkan penyerapan karbondioksidanya mencapai 45,9 ton. Begitu juga dengan 10 ribu pohon lainnya yang ditanam pada tahun 2020," ujar Yuhan.

Ketiga, tambah dia, penghijauan juga berguna untuk mencegah terjadinya banjir. Pepohonan yang ditanam mempunyai akar yang berfungsi sebagai penyerap air dan menyimpannya di dalam tanah. Oleh karena itu, air yang terserap akan terkunci di dalam tanah. "Dengan terkuncinya air ke dalam tanah akan mengecilkan resiko terjadinya banjir. Air hujan yang volume-nya banyak tidak akan meluap sehingga banjir dapat dicegah," ucap dia.

Pengelola Hutan Organik Mega Mendung Yuhan Subrata (kiri) saat menunjukkan salah satu bibit pohon yang akan ditanam di Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (19 Juni 2021). (ist)
Pengelola Hutan Organik Mega Mendung Yuhan Subrata (kanan) saat menunjukkan salah satu bibit pohon yang akan ditanam di Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (19 Juni 2021). (ist)

Sementara itu, Corporate Secretary BNI Mucharom mengungkapkan, mengingat besarnya manfaat penghijauan, maka BNI menghibahkan sejumlah dana yang diperuntukan bagi pembiayaan sarana prasarana air, geo tagging, penanaman, dan pemeliharaan pertanian organik.

"Penanaman pohon dengan konsep geo tagging memungkinkan posisi pohon yang ditanam dapat diketahui lokasinya. Dengan demikian, BNI dapat mengetahui perkembangan proses penanaman pohon yang telah dilakukan," kata dia.

Dia pun berharap kegiatan ini dapat membangkitkan animo masyarakat luas untuk ikut serta melestarikan hutan dan ekosistem yang ada. "BNI selaku pelopor Gerakan Green Banking telah melakukan berbagai kegiatan CSR yang salah satunya fokus pada pelestarian lingkungan pada berbagai tempat di tanah air," ujar dia.

Adapun dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, BNI mengajak para pegawainya atau BNI Hi-Movers menanam 7.500 pohon sebagai bagian dari aksi Change Movement dalam program inisiatif One Tree One Employee. Setiap pegawai BNI akan menanam pohon di rumahnya masing-masing, bibit pohon disediakan di kantor pusat atau wilayah.

Setiap penukaran bibitnya harus disertakan dengan 10 sampah plastik yang nantinya akan di daur ulang oleh Recycling Centre agar dapat menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain itu, pegawai juga dapat berinisiatif untuk membeli sendiri tanaman yang ingin tanam.

Mucharom menyebut, pelaksanaan kegiatan ini sengaja dibuat semudah mungkin sekaligus menyenangkan. Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, penanaman pohon dapat dilakukan di rumah, sehingga tetap terjaga penegakan protokol kesehatan.

"Setiap pohon memiliki nomor, sehingga jumlah pohon yang ditanam benar-benar bisa diketahui. Change Movement ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk mendukung gerakan pengurangan emisi karbon," pungkas dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN