Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kantor cabang Bank Mandiri. Foto: IST

Salah satu kantor cabang Bank Mandiri. Foto: IST

Pelonggaran LTV, Bank Mandiri Belum akan Turunkan Bunga KPR

Prisma Ardianto, Selasa, 24 September 2019 | 08:33 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk belum akan menurunkan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) meski Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan kebijakan rasio pinjaman terhadap aset (loan to value/LTV). Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh LTV yang tidak secara langsung berdampak pada suku bunga kredit.

"Kalau bunga kan tergantung dari bunga pasar, kalau LTV tidak directly ke suku bunga. Kalau suku bunga itu didikte oleh harga pokok dana dan supply likuiditas perbankan," kata Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang di kantornya, Jakarta, Senin (23/9).

Meski demikian, pihaknya setuju bahwa pelonggaran LTV akan berpengaruh terhadap pertumbuhan permintaan KPR di masa mendatang. Apalagi untuk membenahi tren negatif KPR dengan nilai di atas Rp 1 miliar. Namun, tidak akan terlalu berdampak pada KPR dengan nilai kisaran Rp 500 juta.

Donsuwan memproyeksi, kebijakan BI melonggarkan posisi LTV hingga 5% tidak akan berpengaruh signifikan terhadap KPR hingga akhir tahun ini. Sebab, tren komoditas masih belum membaik. Seperti komoditas batu bara yang secara volume belum memadai walau secara harga telah membaik.

"Jadi kan itu berkaitan. Big ticket size belum recovery. Sejak harga komoditas turun memang impact-nya terhadap rumah agak melemah," sebut dia.

Adapun per Agustus 2019, Bank Mandiri mencatat telah menyalurkan pembiayaan KPR sebesar Rp 42,96 triliun atau tumbuh 3,45% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut masih terlampau kecil dengan target akhir tahun perseroan yang tumbuh sebesar 10% (yoy). Dengan bunga KPR paling rendah sebesar 6,5%, Bank Mandiri optimistis bisa mencapai target yang telah direncanakan.

Lebih lanjut, Donsuwan mengatakan, pihaknya fokus pada segmem pembiayaan KPR dengan nilai Rp 500 juta. Hal tersebut memiliki alasan khusus yakni guna menyasar karyawan institusi mitra melalui layanan pembayaran gaji (payroll), terlebih lagi perseroan memliki pangsa pasar sebesar 3,6 juta nasabah payroll yang belum dirambah.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA