Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID

Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID

Pelonggaran LTV, BRI Targetkan KPR Tumbuh 28%

Nida Sahara, Senin, 30 September 2019 | 08:23 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menargetkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) tahun depan 25-28% secara tahunan (year on year/yoy). Hal tersebut karena Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,25% dan juga melonggarkan rasio loan to value (LTV) yang berlaku pada 2 Desember 2019.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, pihaknya saat ini masih melakukan kajian seberapa besar potensi penurunan suku bunga KPR. Menurut dia, hal tersebut tidak akan dilakukan serta merta setelah penurunan bunga acuan BI.

Untuk tahun depan, perseroan memasang target pertumbuhan KPR yang lebih tinggi dari tahun ini. Target tersebut juga sudah memperhitungkan adanya pelonggaran kebijakan bank sentral.

"Kalau pelonggaran LTV itu jadi lebih affordable, BRI itu rata-rata 2 tahun terakhir KPR tumbuh 22-25%, jadi harapannya dengan adanya pelonggaran rumah kedua juga dorong investasi di properti. Tahun depan KPR kami harapannya bisa tumbuh 25-28% untuk tahun depan," ungkap Handayani kepada Investor Daily, ketika ditemui di Singapura, akhir pekan lalu.

Perseroan masih melakukan review untuk penurunan suju bunga KPR. "Kami sedang review 3 bulan penurunan bunga KPR, tapi tidak bisa langsung turunkan, karena waktu BI menaikkan bunga acuan tahun lalu kami juga tidak langsung menaikkan. Tapi ini positif untuk mendorong demand KPR," jelas Handayani.

Handayani mengungkapkan, perseroan akan memberikan suku bunga KPR yang rendah kepada debitur yang sudah lama menjadi nasabah. Selain itu, nasabah payroll juga akan diberikan bunga yang lebih rendah dibandingkan yang tidak memiliki payroll BRI.

"Karena dasarnya bunga KPR kami tidak terlalu tinggi yang lain naikkan, kami tidak naikkan drastis. Kami punya segmentasi untuk nasabah yang ber-banking dengan kami dan payroll bisa dapat bunga rendah dibandingin yang tidak punya payroll, segmentasi pricing," ungkap Handayani.

Menurut dia, adanya pelonggaran LTV untuk rumah kedua dapat mendorong permintaan masyarakat untuk investasi properti. Pasalnya, saat ini 70% komposisi KPR perseroan masih berasal dari pembeli rumah pertama.

"LTV ini kan untuk rumah kedua, jadi harapannya bisa meningkatkan investasi masyarakat di sektor properti. Tapi baru akan terasa di tahun depan ya," ujar dia.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA