Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelayanan Manulife

Pelayanan Manulife

Pembayaran Klaim Manulife Terkait Covid-19 Capai Rp 54,5 Miliar

Minggu, 29 November 2020 | 11:29 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife) mencatat, hingga 9 November 2020 pembayaran klaim terkait Covid-19 mencapai sebesar Rp 54,5 miliar. Hal tersebut diklaim sebagai bentuk komitmen perseroan memberikan layanan penyedia solusi keuangan dengan membantu para nasabah di tengah pandemi ini.

Head of Corporate Communications & PR Ruthania Martinelly dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia terutama bagaimana tetap terkoneksi dengan nasabah. Manulife Indonesia pun semakin menggalakkan digitalisasi dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-face to face.

Begitu pula dengan layanan customer service yang tetap berupaya melakukan pelayanan kepada nasabah dengan cara yang berbeda bahkan ketika tanpa harus bertatap muka. Kerjasama antar tim Manulife Indonesia, baik karyawan maupun tenaga pemasar membuat upaya memenuhi kebutuhan nasabah dan bisnis tetap berjalan dengan baik meskipun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

"Mendengarkan saran maupun kritik dari para nasabah adalah salah satu faktor penting dalam menjalankan bisnis perseroan. Secara berkala, Manulife Indonesia mengadakan pertemuan secara virtual dengan para nasabah dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka untuk menjadikan layanan semakin hari semakin baik ke depannya," kata Ruthania, Sabtu (28/11).

Selain itu, survei Manulife Asia Care juga menunjukkan jika 300 responden di Indonesia sejak pandemi beralih dari belanja secara offline ke online (65%), menggunakan layanan online seperti pembayaran, belanja dan pengiriman makanan (71%) dan khususnya menggunakan media online untuk mencari berita dan bersosialisasi (keduanya sebesar 69%).

Covid-19, lanjut Ruthania telah mempercepat tren yang sudah ada terutama digitalisasi dalam gaya hidup. Oleh sebab itu, insurtech (insurance technology) bisa menjadi salah satu yang dimanfaatkan untuk meningkatkan inklusi dan bisnis asuransi.

Sebagai upaya Manulife Indonesia untuk memberikan layanan yang lebih optimal terutama di era pandemi, pihaknya memaksimalkan langkah-langkah efektif yang sudah ada, antara lain, memanfaatkan layanan non-face to face untuk nasabah, memperluas aplikasi digital, dan bekerjasama dengan platform digital untuk memperluas jangkauan nasabah.

Adapun Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, hingga saat ini inklusi perasuransian baru sebesar 6,18%, jauh dibawah perbankan yang mencapai 73,88%. Inklusi asuransi yang rendah menunjukkan ruang untuk industri ini berkembang masih sangat besar.

"Ke depannya, Manulife Indonesia berharap lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya asuransi. Saat ini kami melindungi lebih dari 2 juta nasabah di seluruh Indonesia," tutup dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN