Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo

Pembentukan Holding Ultramikro akan Tingkatkan Efisiensi Pengembangan UMKM

Kamis, 18 Maret 2021 | 13:49 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah meyakini dengan adanya pembentukan holding ultramikro akan meningkatkan efisiensi kinerja dari tiga entitas anggota yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Khususnya dalam efisiensi kinerja dan model bisnis untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami meyakini bahwa integrasi tiga entitas susah ini bisa memberikan layanan usaha yang semakin lengkap integrasi dan luas sehingga targetnya dalam 4 tahun ke depan kami bisa meng-onboard 30 juta nasabah baru di tiga entitas bisnis ini secara terintegrasi,” ucap Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Kamis (18/3).

BRI akan tetap fokus di Kredit Usaha Rakyat, Pegadaian fokus di produk Gadai, PNM tetap fokus di pemberdayaan mekar. Sinergi tersebut akan mampu menjangkau masyarakat luas dengan jaringan yang terintegrasi. Saat ini ada piramida usaha di Indonesia dimana pada segmen bawah ada 60 juta nasabah ultramikro yang baru setengahnya mempunyai akses pada pembiayaan formal.

“Oleh karena itu kedepan untuk bisa memberdayakan dan memberikan akses keuangan yang formal dengan biaya lebih murah tentunya jangkauan menjadi kunci utama,” ucap pria yang disapa Tiko itu.

Dia mengatakan pihaknya sudah melakukan piloting dalam bentuk collocation di mana cabang-cabang unit desa BRI ke depan akan dilengkapi dengan loket untuk Pegadaian. Sehingga masyarakat bisa menggadaikan barangnya maupun juga menjadi pos Account Officer (AO) dari Mekaar yang nantinya akan menjangkau pemberdayaan masyarakat. Dari konteks Mekaar, saat ini ada sekitar 40 ribu AO yang nantinya akan dilengkapi dengan device digital dan bisa terkoneksi dengan BRI dalam konteks unit desa BRI. Sehingga nanti bisa menimbulkan efisiensi karena tidak harus ada rasio AO terhadap nasabah di mekar bisa dikurangi dengan digitalisasi dan interkoneksi dengan cabang dan unit agen BRI.

“Hal ini tentunya juga akan mengkontribusikan efisiensi kepada biaya overhead saat ini biaya overhead sebagai contoh di PMN memang sangat tinggi ini kami harapkan dalam 3 tahun kedepan bisa menurun secara signifikan dengan integrasi ini,” jelas Tiko.

Pihak BUMN juga sudah melakukan berbagai simulasi , dari kajian yang dilakukan ditemukan bahwa akan terjadi penurunan cost of fund. Saat ini cost of fund BRI itu sekitar 2,3%. Sementara pembiayaan di PMN sekitar 9% sampai 10% dan Pegadaian sekitar 6% sampai 7%.

“Tentunya dengan pembiayaan ini semakin besar akan didukung dengan funding daripada dana pihak ketiga di BRI tentunya cost of fund dari PMN dan Pegadaian bisa turun signifikan. Hal ini diharapkan akan di pass on kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan dengan bunga lebih rendah,” kata Tiko.

Meskipun ada efisiensi tetapi Kementerian BUMN memastikan tidak akan mempengaruhi jumlah pegawai yang ada. Tiko mengatakan pembentukah holding ultramikro ini tidak hanya untuk benefit bisnis tetapi juga benefit untuk ke karyawan ke depan. Dengan adanya penurunan cost of fund dan cost to served akan meningkatkan benefit untuk PMN dan Pegadaian.

“Kami meyakini laba PNM dan Pegadaian akan meningkat dengan sebagian biaya dikurangi maka PNM dan Pegadaian akan menikmati kenaikan laba yang tentunya bisa di pass on kepada benefit dari karyawan,” tambah dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN