Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BRISyariah. Foto: twitter.com

BRISyariah. Foto: twitter.com

Pembiayaan BRISyariah Tumbuh 25%

Harso Kurniawan, Senin, 10 Februari 2020 | 07:25 WIB

JAKARTA, Investor.id - Pembiayaan PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) mencapai Rp 27,38 triliun pada 2019, tumbuh 25,29% dibanding 2018 sebesar Rp 21,86 triliun. Ini di atas perbankan nasional dan perbankan syariah masing-masing sebesar 7,05% dan 11,64% YoY per November 2019, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan. 

Segmen ritel (SME, kemitraan, konsumer, dan mikro) menjadi penyokong pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah. Ketiganya tumbuh masing-masing sebesar 37,47%, 28,7% dan 26,09%. Di segmen konsumer, peningkatan pesat pembiayaan ditopang oleh kinerja produk Griya Faedah dan KPR Sejahtera yang merupakan program pemerintah atau dikenal dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). 

Penyaluran Griya Faedah BRIsyariah telah mencapai Rp 3,59 triliun pada 2019, meningkat 18,55% dibandingkan 2018 sebesar Rp 3,03 triliun. Adapun pembiayaan KPR Sejahtera meningkat menjadi Rp 2,93 triliun, atau tumbuh 37,79% dibanding 2018 Rp 2,13 triliun.

Di sisi pembiayaan ritel SME dan kemitraan, Qanun Lembaga Keuangan Syariah memberikan kontribusi positif. BRIsyariah mulai mengonversi pembiayaan nasabah BRI di Aceh sejak bulan Juli 2019, dan semakin menunjukkan peningkatan pada akhir 2019. Akhir 2019, pembiayaan ritel SME Kemitraan tumbuh 37,47%. 

Di segmen mikro, digitalisasi proses bisnis juga menjadi cara BRIsyariah mengakselerasi pertumbuhannya. i-Kurma (Kemaslahatan Untuk Rakyat Madani) yang diluncurkan pada November 2019 telah menunjukkan hasil, yaitu pertumbuhan pembiayaan mikro sebesar 26,09%. 

"Hasil ini tidak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan manajemen di tahun 2019, antara lain digitalisasi proses bisnis (i-Kurma), rekomposisi sumber daya manusia dari lini support ke lini bisnis, dan rekomposisi portofolio pembiayaan yang fokus pada core bisnis dan memiliki profil risiko rendah,” ujar Fidri Arnaldy, direktur bisnis ritel BRIsyariah, akhir pekan lalu. 

Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, dia melanuutkan, perbaikan kualitas pembiayaan juga menjadi perhatian manajemen. NPF Nett mencapai 3,38%, membaik dari tahun sebelumnya 4,97%. Sementara itu, financing to deposit ratio (FDR) mencapai 80,12%, atau masih berada di level terjaga untuk likuiditas BRIsyariah.
 
“Kami sangat serius berupaya melakukan perbaikan kualitas pembiayaan. Salah satu strateginya adalah monitoring pergerakan kualitas aktiva produktif harian secara terintegrasi. Selain itu, BRIsyariah melakukan penugasan Satuan Tugas khusus penyelesaian pembiayaan bermasalah di seluruh unit kerja cabang,” jelas Fidri.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BRIsyariah tercatat Rp 34,12 triliun pada 2019, meningkat sebesar 18,23% dari 2018 Rp 28,86 triliun.  Dana murah atau current account savings account (CASA) memiliki kontribusi tertinggi dalam peningkatan DPK, yaitu sebesar 53,43%.  Tercatat CASA BRIsyariah mengalami peningkatan pada 2019 menjadi 44,21% dari 34,07%.

BRIsyasriah mencatatkan pertumbuhan aset 13,74% (YoY) pada 2019 menjadi Rp 43,12 triliun dari Rp 37,87. Laba operasional sebelum pencadangan mencapai Rp 972,18 miliar tumbuh 25,16% dari Rp 776,77 miliar. 

2020, BRIsyariah akan semakin meningkatkan digitalisasi bisnisnya. Setelah meluncurkan aplikasi i-Kurma, BRIsyariah akan terus mengembangkan digitalisasi proses bisnis untuk segmen lainnya. 
“Digitalisasi dalam perbankan tidak bisa dielakkan. Kami akan terus berkembang, agar dapat meraup peluang di pasar yang lebih luas,” ujar Fidri. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN