Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Pembiayaan KlikA2C ke UMKM Meningkat 8 Kali

Selasa, 23 November 2021 | 19:56 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Aman Cermat Cepat (KlikA2C) mencatat penyaluran pembiayaan kepada UMKM selama dua tahun terakhir meningkat delapan kali lipat. Pembiayaan difokuskan pada sektor otomotif, kredit usaha rakyat (KUR) untuk petani, invoice financing, dan employee financing dengan akumulasi penyaluran sejak berdiri mencapai Rp 529,87 miliar.

Chief Executive Officer (CEO) KlikA2C Djoemingin Budiono menyampaikan, dengan fokus pembiayaan pada sektor produktif UMKM termasuk petani, perusahaan membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar delapan kali lipat. Dicatatkan sepanjang dua tahun terakhir yani periode Januari-September 2019 hingga Januari-September 2020, dengan TKB 90 di posisi 99,54%.

Djoe menjelaskan total penyaluran pembiayaan sejak berdirinya perusahaan sebesar Rp 529,87 miliar kepada total 3.014 peminjam (borrower) dan outstanding pinjaman Rp86,65 miliar. KlikA2C memfokuskan pendanaan produktif untuk sektor otomotif, Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani, invoice financing, dan employee loan.

"Capaian positif ini menghantarkan perusahaan untuk berhasil membukukan pertumbuhan bisnis yang positif, yakni rata-rata pertumbuhan setiap kuartal sebesar 11% selama 10 kuartal terakhir (quarterly CAGR 11%). Kami bersyukur perusahaan semakin tumbuh positif di tengah tantangan pandemi Covid-19, hal ini didukung fokus #KlikA2CHadirBersamaUMKM," ujar Djoe melalui siaran pers, Selasa (23/11).

Lonjakan penyaluran pembiayaan ini didukung oleh pinjaman modal kerja ke pemilik showroom mobil bekas yang naik lebih dari 15 kali lipat. Selain itu, pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke petani yang naik lebih dari 4 kali lipat.

Hal ini menunjukkan komitmen yang konsisten dari KlikA2C kepada sektor UMKM dan yang belum terakses lembaga keuangan khususnya perbankan. Bank Indonesia (BI) mencatat sebanyak 91,3 juta masyarakat masih belum tersentuh layanan finansial atau perbankan (unbankable).

"Fokus KlikA2C yakni untuk memperluas jangkauan pembiayaan ke UMKM, dimana 60% penduduk Indonesia belum memiliki akses keuangan. KlikA2C merangkul mitra dari berbagai sektor bidang usaha untuk bersama memajukan akses keuangan para pelaku UMKM. Kami percaya bahwa inklusi keuangan dapat dibangun dengan semangat kemitraan," kata Djoe.

Chief Operation Officer KlikA2C Bong Elysabet mengatakan, pihaknya menargetkan untuk terus mempertahankan pertumbuhan yang solid dengan terus menjaga kualitas pembiayaan. KlikA2C juga memperkenalkan aplikasi maupun website dengan tampilan yang baru.

"Website dapat diakses di www.klika2c.co.id. Besar harapan kami bahwa penyempurnaan identitas KlikA2C ini akan menjadi turning point bagi perusahaan yang membuat kami lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang termasuk tantangan untuk turut memajukan industri fintech p2p lending di Tanah Air agar peningkatan inklusi keuangan masyarakat tercapai," ujar Ely.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan akumulasi penyaluran pinjaman fintech lending hingga September 2021 mencapai Rp 262,9 triliun atau meningkat 64% dari periode Januari 2021 sebesar Rp 159,5 triliun. Adapun dari total dana tersebut, sebanyak 58,64% tersalurkan untuk pembiayaan sektor produktif.

"Peranan para penyelenggara semakin meningkat untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif UMKM, termasuk KlikA2C ini. AFPI mendukung setiap anggotanya untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang positif agar dapat memajukan industri, sehingga memperkuat peran industri fintech lending dalam memperluas akses pembiayaan masyarakat underbanked dan underserved," ujar Kus.

KlikA2C meruapakan penyelenggara fintech lending yang merubah namanya dari KlikACC. Perusahaan telah mengantongi status berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak September 2019. Salah  satu pemegang saham KlikA2C adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui PT Central Capital Ventura. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN