Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta

Nasabah melakukan transaksi perbankan di ATM bank OCBC NISP, Jakarta

Penerapan Program APU PPT OCBC NISP Sudah Memadai

Kamis, 24 September 2020 | 04:37 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank OCBC NISP Tbk mengaku sudah menerapkan dan menjalankan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) dengan sistem yang memadai. Hal tersebut menanggapi laporan investigasi Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) yang menyebut terdapat aliran dana mencurigakan melalui 19 bank di Indonesia

Berdasarkan laporan FinCEN, terdapat transaksi masuk yang mencurigakan sebesar US$ 44.095 dan transaksi keluar senilai US$ 2,66 juta melalui OCBC NISP.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Bank OCBC NISP Lili S. Budiana mengungkapkan, perseroan berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberantas pencucian uang (money laundering) di Indonesia.

"Komitmen ini diwujudkan dengan menerapkan dan menjalankan standar prosedur yang memadai serta senantiasa patuh terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang perbankan dan Anti Pencucian Uang serta Pembiayaan Terorisme," kata Lili kepada Investor Daily, Selasa (22/9) malam.

Menurut dia, Bank OCBC NISP telah melakukan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Hal ini meliputi penerapan program APU PPT sebagaimana ditetapkan dalam UU TPPU dan TPPT, peraturan OJK dan ketentuan PPATK.

"Bank OCBC NISP telah menerapkan sistem pemantauan/screening proses untuk mendeteksi transaksi-transaksi yang memiliki unsur-unsur yang mencurigakan. Jika ditemukan transaksi yang mencurigakan, kami akan melakukan investigasi dengan mengumpulkan berbagai Informasi yang tersedia dan melaporkan kepada PPATK," jelas Lili.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo menegaskan, industri perbankan di Indonesia telah menerapkan program APU PPT dengan menggunakan pendekatan berbasis risiko, sebagaimana rekomendasi Financial Action Task Force (FATF). Di sisi lain, lanjut Anto, berdasarkan jumlah dan persentase kumulatif Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) menurut jenis pihak pelapor sampai dengan April 2020, sebagian besar LTKM disampaikan oleh bank.

"Jumlah LTKM dari bank ini menunjukkan bahwa pelaporan LTKM masih didominasi oleh bank dibandingkan sektor lainnya, sehingga sistem APU PPT sudah dimiliki dengan parameter yang cukup memadai dan telah diterapkan secara efektif di industri perbankan. Dengan mekanisme tersebut bank mampu mengidentifikasi dengan lebih baik adanya Transaksi Keuangan Mencurigakan, dan dapat menindaklanjuti dengan melaporkannya kepada PPATK ," terang Anto.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN