Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
produk asuransi jiwa unit link merupakan produk yang memadukan perlindungan asuransi dan investasi

produk asuransi jiwa unit link merupakan produk yang memadukan perlindungan asuransi dan investasi

Pengamat: Kontroversi Produk Unit Link Karena Kurangnya Literasi Keuangan

Rabu, 15 Desember 2021 | 13:50 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Maraknya produk asuransi unit link yang diterpa kontroversi negatif dinilai disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan asuransi termsuk regulator perlu lebih gencar melakukan edukasi publik.

“Dengan edukasi yang dilakukan mengenai literasi keuangan diharapkan masyarakat dapat lebih paham akan produk-produk keuangan dan asuransi yang ditawarkan di luar sana,” kata Pengamat Asuransi Kapler Marpaung, dalam keterangannya, Selasa (14/12).

Menurut Kapler, kecakapan tenaga pemasar di masa lalu juga turut menjadi faktor maraknya isu negatif soal unit link. Untuk itu, diperlukan evaluasi menyeluruh atas kurikulum pendidikan tenaga pemasar asuransi agar ke depan semakin menjadi tenaga profesional andal dan profesional.

“Saat ini kecakapan tenaga pemasar memang sudah jauh lebih baik. Begitu juga kesadaran masyarakat akan pentingnya membeli produk asuransi melalui tenaga pemasar yang bertanggung jawab," kata dosen Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada ini.

Lebih lanjut Kapler mengatakan, upaya edukasi perusahaan-perusahaan asuransi juga turut diapresiasi. Dengan menggandeng ahli finansial dan edukasi yang dilakukan di media sosial dinilai ampuh menarik perhatian masyarakat.

Edukasi kepada masyarakat, tambah Kapler juga dinilai merupakan pekerjaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang harus terus digalakkan. Apalagi OJK memiliki bidang khusus edukasi dan perlindungan konsumen. "Diharapkan masyarakat dapat lebih paham produk-produk keuangan dan asuransi," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G Kusuma mengatakan, pihaknya menyadari pemahaman masyarakat terhadap industri asuransi masih menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu pihaknya memiliki tanggung jawab untuk terus menerus melaksanakan kegiatan literasi.

“Setiap insan asuransi memiliki tanggung jawab untuk melakukan literasi asuransi, yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta pemahaman akan pentingnya manfaat asuransi dapat tersampaikan dengan baik. Dengan semakin tinggi tingkat literasi asuransi, maka banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan,” ujar dia.

Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menambahkan, Prudential Indonesia juga aktif mempublikasikan informasi tentang literasi asuransi, bahkan menggerakkan tenaga pemasaran untuk melakukan hal yang sama.

“Prudential Indonesia sepenuhnya percaya pada peran tenaga pemasar sebagai garda terdepan perusahaan dalam mengedukasi masyarakat tentang asuransi. Oleh karena itu, kami fokus mengembangkan profesionalisme dan kapabilitas para tenaga pemasar kami,” ujar dia.

Sedangkan Direktur Hukum, Kepatuhan, dan Risiko AIA Financial Rista Qatrini Manurung mengatakan, terkait penjualan unit link di AIA, pihaknya mewajibkan tenaga pemasar menawarkan produk sesuai kebutuhan nasabah (needs based selling) melalui NeedsLab, platform penjualan yang dirancang untuk memastikan seluruh proses penjualan tenaga pemasar sesuai ketentuan.

“Penjualan unit link di AIA juga memiliki banyak kontrol untuk memastikan nasabah memahami polis yang dibeli diantaranya melalui pre dan post closing penjualan,” kata Rista.

Masih Diterima Masyarakat

Sementara itu, Lembaga survei asal Inggris, YouGov dalam survey yang diadakan secara daring terhadap 2000 responden di seluruh Indonesia menunjukkan, 89% responden pemilik asuransi unit link memiliki sentimen positif atau netral pada produk ini.

Bahkan untuk nasabah yang sudah menutup polis, persepsi terhadap produk unit link masih cukup baik dengan 14% sangat positif, 24% cukup positif, dan 41% netral. Hanya 21% dari responden yang sudah menutup polis memiliki sentimen negatif, terindikasi karena nilai investasi yang tidak sesuai harapan.

Hal itu sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per semester II-2021 yang menunjukkan kontribusi pendapatan premi masih sebesar 62,5% dari produk unit link industri asuransi jiwa, atau mencapai Rp 93,3 triliun, tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN