Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pekerja bersepeda pada jam pulang kantor di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sejumlah pekerja bersepeda pada jam pulang kantor di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pengguna Sepeda dan Motor Perlu Melindungi Diri Dalam Berlalu Lintas

Kamis, 24 Juni 2021 | 06:20 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Aktivitas olahraga outdoor menjadi pilihan yang makin digemari berbagai kalangan. Khususnya, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk semakin menjaga kebugaran tubuh seraya selalu menjaga jarak. Tren yang saat ini dapat dilihat di Jakarta, salah satunya adalah bersepeda.

Tidak hanya di Jakarta, tren bersepeda ini pun tersebar di wilayah lainnya. Menurut Direktur Sarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Pandu Yunianto, pengguna sepeda meningkat pesat hingga hampir 10 kali lipat bila dibandingkan dengan sebelum masa pandemi. Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

Melihat semakin pesatnya pertumbuhan penggemar sepeda, baik sebagai sarana olahraga maupun alternatif transportasi, para pesepeda tidak hanya wajib mengikuti peraturan yang telah ditetapkan, namun juga perlu mempersiapkan diri untuk menghindari risiko yang mengiringi, seperti cedera atau kecelakaan.

“Hobi sangatlah penting untuk dijalani, terutama olahraga yang dapat meningkatkan stamina tubuh, sekaligus sarana untuk bersosialisasi. Namun, melindungi diri dari risiko yang mengintai merupakan prioritas utama. Dalam hal ini, perlindungan asuransi bisa menjadi pilihan terbaik. Asuransi yang tepat mampu memberikan perlindungan kapan pun dan dimana pun, misalnya perlindungan dari kecelakaan diri bagi pesepeda,” ujar Head of Underwriting and Product Development Allianz Utama Indonesia, Dony Sinanda Putra dalam siaran pers, Rabu (23/6).

Sebagai sarana transportasi dan olahraga, bersepeda berdampak positif tidak hanya untuk kesehatan pengendaranya tetapi juga lingkungan sekitar. Ketua Bike2Work Indonesia, Poetoet Soedarjanto menyatakan bahwa dengan rutin bersepeda, penggunaan bahan bakar minyak (BBM), polusi kendaraan, serta tingkat kemacetan dapat berkurang. Hal ini pun sejalan dengan semangat HUT DKI Jakarta ke-494 dengan tema “Jakarta Bangkit”, yang mengajak masyarakat untuk terus optimis akan kebangkitan ibu kota di tengah pandemi tidak terkecuali dalam aspek berlalu lintas.

“Ketika menggunakan kendaraan jenis apapun termasuk sepeda, maka beberapa hal yang menjadi perhatian bersama yaitu rule, patuhi semua aturan lalu lintas. Kedua yaitu skill, pastikan kita memiliki keterampilan berkendara yang baik. Ketiga adalah attitude, kedepankan adab dan sopan santun karena kita tidak sendirian di jalan raya. Hormati dan hargai pengguna jalan lainnya,” ujar Poetoet.

Selain kenaikan jumlah pengguna sepeda, terdapat pula eskalasi keramaian lalu lintas. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan bahwa selama dimulainya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Transisi, kondisi lalu lintas Jakarta mengalami peningkatan, terutama pada pengendara sepeda motor. Saat kondisi normal, terdapat sekitar 27,5% pengguna mobil, sedangkan pengguna motor 71.5%. Selama tahun 2020, pengguna motor dilaporkan meningkat hingga 72,8%.

Namun, banyak yang mengakui bahwa pengendara sepeda motor memiliki risiko yang jauh lebih tinggi daripada pengguna mobil. Meskipun begitu, masyarakat Indonesia lebih memilih menggunakan motor karena sangat fleksibel, efisien dan dapat menghindari kemacetan. Untuk itu, para pengendara motor harus lebih siap dan mawas diri untuk meminimalisir risiko dan mengurangi kekhawatiran keluarga yang menunggu di rumah, salah satunya adalah dengan turut memiliki proteksi diri.

Baik untuk perlindungan saat bersepeda maupun mengendarai motor, Allianz Personal Care hadir dengan manfaat santunan kecelakaan diri hingga cacat tetap, biaya pengobatan, santunan harian rawat inap rumah sakit, dan berbagai kebutuhan perawatan medis lainnya.

“Agar aktivitas berkendara tetap aman dan nyaman, Allianz Personal Care memberikan perlindungan 24 jam, tidak hanya untuk pengendara tetapi juga keluarga, dengan berbagai pilihan plan yang komprehensif dan premi yang terjangkau,” tambah Dony.

Allianz Personal Care juga menyediakan santunan biaya untuk berbagai perlindungan, tanggung jawab hukum pihak ketiga, perlindungan ATM, serta evakuasi dan pemulangan jenazah. Segala urusan klaim dapat dilakukan di mana pun, sehingga nasabah tidak perlu repot mendatangi kantor Allianz.

Bagi mereka yang menghadapi risiko di perjalanan setiap harinya, melindungi diri seharusnya menjadi prioritas utama. Dengan begitu, hobi dan rutinitas sehari-hari yang sering dilakukan pun dapat dijalani dengan tenang.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN