Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BTN. Foto: Investor Daily/EMRAL

Bank BTN. Foto: Investor Daily/EMRAL

INVESTOR DAILY SUMMIT 2021

Penuhi Kebutuhan Perumahan, Erick akan Refocusing BTN Jadi Mortgage Bank

Kamis, 15 Juli 2021 | 22:11 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir berencana untuk melakukan  refocusing terhadap PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sebagai mortgage bank dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat.

"BTN kami refocus menjadi mortgage bank. Banyak sekali rumah yang diperlukan oleh Bangsa Indonesia, generasi muda Indonesia," ujar Erick Thohir dalam Investor Daily Summit 2021, Kamis (15/7).

Menteri BUMN Erick Thohir dalam Investor Daily Summit 2021 hari ke-3 pada Sesi 9: Menanti IPO Perusahaan Big Tech, Kamis (15/7/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Investor Daily Summit 2021 hari ke-3 pada Sesi 9: Menanti IPO Perusahaan Big Tech, Kamis (15/7/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Ia ingin BTN menjadi mortgage bank terdepan (leading) di sektor perumahan.

Adapun mortgage bank akan berperan dalam mendanai kredit-kredit perumahan yang berjangka panjang.

Selain BTN, Erick juga telah melakukan refocusing bank Himbara, seperti BRI yang diarahkan untuk fokus pada ultra mikro yang disinergikan dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan pegadaian menjadi holding ultra mikro untuk membantu pelaku UMKM.

“Kita harus pastikan UMKM Indonesia layak dapat bunga yang sama dengan kita, mereka tulang punggung kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erick Thohir juga telah menggabungkan bank-bank syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia atau BSI. Bahkan BSI dengan kode saham BRIS masuk dalam posisi ketujuh dengan nilai aset mencapai Rp 220 triliun.  Hal tersebut dilakukan untuk mengapresiasi masyarakat yang mau mengandalkan pembiayaan syariah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN