Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam taklimat media bertajuk

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam taklimat media bertajuk "Kesiapan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Menyambut IdulFitri 1442H", Rabu (14/4).

Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri, BI Sediakan Uang Tunai Rp 152,14 Triliun

Rabu, 14 April 2021 | 11:31 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia (BI) dalam rangka memenuhi kebutuhan uang kartal saat Ramadan dan Idul Fitri 1442H telah menyediakan sebanyak Rp 152,14 triliun yang disiapkan sejak 12 April hingga 11 Mei 2021. Persiapan uang kartal tersebut meningkat 39,33% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan uang tunai yang disediakan tahun 2020 senilai Rp 109,20 triliun.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengungkapkan, tingkat outflow uang rupiah tertinggi terjadi pada saat Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, BI sudah menyiapkan uang tunai yang bisa ditukarkan oleh masyarakat melalui perbankan.

“Tingkat outflow tertinggi peredaran uang itu rata-rata mencapai 30%. Untuk memenuhi uang rupiah saat Ramadan dan Idul Fitri, tahun ini BI siapkan Rp 152,14 triliun,” urai Marlison dalam taklimat media secara virtual, Rabu (14/4).

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2020, uang tunai yang disiapkan BI tahun ini jauh lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan pada tahun 2020 mobilitas masyarakat terbatas akibat dampak pandemi Covid-19.

“Kita lihat kebijakan vaksin yang meningkat tahun ini membuat mobilitas juga tinggi, maka kebutuhan uang kartal semakin tinggi. Tahun ini naik, walaupun masih di bawah periode normal,” jelas Marlison.

Untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan dalam penukaran uang guna mencegah penyebaran Covid-19, Marlison menyampaikan bahwa tahun ini BI dan perbankan juga tidak melayani penukaran uang secara individual atau ritel, sehingga masyarakat dapat melakukan secara kolektif.

“Sebelum-sebelumnya ada penukaran di Monas, tapi tahun lalu dan tahun ini kita tidak berikan penukaran untuk individual, tapi penukaran melalui perbankan secara kolektif. Kita mencegah terjadinya klaster dampak pandemi di perbankan, protokol kesehatan tetap dilakukan untuk kurangi kerumunan,” tutur dia.

Dalam rangka penukaran uang, BI bersinergi dengan 4.608 outlet bank dari 107 bank umum. Jumlah outlet cabang tahun ini meningkat 23% dibandingkan dengan tahun lalu, didasari oleh aspek mobilitas yang meningkat dan menggeliatnya ekonomi.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN