Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar Generasi Tanggap Fintech: Ikut Bangun Indonesia Sejak Muda Dengan Pemanfaatan Fintech Pada Era Digital, Kamis (18/11/2021). (ist)

Webinar Generasi Tanggap Fintech: Ikut Bangun Indonesia Sejak Muda Dengan Pemanfaatan Fintech Pada Era Digital, Kamis (18/11/2021). (ist)

Penyaluran Pembiayaan Easycash Capai Rp 4 Triliun

Kamis, 18 November 2021 | 18:47 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) mencatat penyaluran pembiayaan Rp 4 triliun lebih pada tahun ini. Sampai saat ini, penyelenggara fintech P2P lending yang fokus pada pembiayaan konsumtif tersebut mencatat melayani sekitar 500 ribu penerima pinjaman (borrowers).

CEO Easycash Fitri Lim menyampaikan, perusahaan berdiri pada 13 November 2017 dan mengantongi tanda terdaftar pada 31 Juli 2018. Sebagai komitmen pada industri, pihaknya pun melanjutkan pada tahap perizinan dan berhasil mengantongi tanda berizin pada 16 Oktober 2020.

"Kami telah memiliki 500 peminjam aktif dan juga Rp 4 triliun penyaluran pada tahun ini," kata CEO Easycash Fitri Lim pada webinar Generasi Tanggap Fintech: Ikut Bangun Indonesia Sejak dengan Pemanfaatan Fintech pada Era Digital, Kamis (18/11/2021).

Mengacu pada data statistik Easycash, perusahaan mencatat akumulasi pembiayaan sejak didirikan mencapai Rp 6,73 triliun, dengan mayoritas penyaluran sebesar Rp 4,37 triliun tahun 2021. Adapun outstanding pembiayaan sebesar Rp 1,10 triliun dengan tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) terjaga sempurna di posisi 100%.

"Sejak awal tahun 2020, di mana Covid-19 masuk ke Indonesia merupakan saat yang tidak mudah bagi semua industri di Indonesia seperti kami. Tapi akhirnya kami mampu memberikan layanan keuangan kepada masyarakat Indonesia yang selalu mengikuti aturan dari OJK dan pedoman perilaku dari AFPI," kata Fitri.

Pada kesempatan itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menyatakan, kehadiran fintech lending utamanya untuk mengisi credit gap sekitar Rp 1.650 triliun di Indonesia. Data Bank Dunia menyatakan bahwa kebutuhan kredit UMKM dan personal di Indonesia mencapai Rp 2.650 triliun, sedangkan pendanaan yang disalurkan jasa keuangan konvensional baru sekitar Rp 1.000 triliun.

"Inilah visi dan misi AFPI untuk hadir disini mengisi credit gap. Diharapkan kehadiran platform fintech P2P lending seperti Easycash itu ada dua hal. Pertama, masyarakat sebetulnya dapat kesempatan untuk meminjam, baik itu untuk keperluan personal maupun keperluan usaha. Kedua, teman-teman mahasiswa juga punya kesempatan menjadi lender (pemberi pinjaman)," ungkap dia.

Kuseryansyah menuturkan, memang selain fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, fintech lending juga mengajak setiap individu untuk bisa mengembangkan dananya. Hal itu bisa dilakukan oleh individu sejak berusia 17 tahun, termasuk dalam rangka merencanakan keuangan.

Dia menerangkan, industri jasa keuangan konvensional ketika pandemi relatif mengalami pertumbuhan yang negatif, tapi fintech lending tetap tumbuh sekitar 60%. Tahun 2020 penyaluran pembiayaan sebesar Rp 75 triliun, sedangkan tahun 2021 diproyeksi meningkat menjadi Rp 125 triliun.

Tapi selain itu, kata dia, berkembangnya fintech lending juga membuka peluang bagi para mahasiswa untuk melakukan kerja sama riset atau magang. Tentu saja, dari 104 penyelenggara terdaftar dan berizin saat ini juga bisa menjadi peluang lapangan kerja setelah para mahasiswa menyelesaikan pendidikannya. Sebelum pandemi, total karyawan yang terlibat membantu industri fintech lending sebanyak 15 ribu dan terus bertambah.

Di sisi lain, Easycash melalui acara webinar itu membuktikan komitmennya untuk turut serta aktif melakukan sosialisasi dan literasi keuangan. Acara itu disebut dihadiri sekitar 2.000 mahasiswa dari universitas yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Acara yang digelar secara hybrid juga menjadi rangkaian ulang tahun perusahaan ke-4.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN