Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang tenaga kesehatan sedang mempersiapkan suntikan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca di pusat vaksinasi Rumah Sakit Universitas Skane, di Malmo, Swedia, pada 17 Februari 2021. ( Foto: Johan Nilsson / TT NEWS AGENCY / AFP )

Seorang tenaga kesehatan sedang mempersiapkan suntikan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca di pusat vaksinasi Rumah Sakit Universitas Skane, di Malmo, Swedia, pada 17 Februari 2021. ( Foto: Johan Nilsson / TT NEWS AGENCY / AFP )

Perbanas dan IBI Dukung Pemerintah Percepat Vaksinasi

Rabu, 31 Maret 2021 | 15:59 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Program vaksinasi menjadi faktor kunci dalam membebaskan negeri ini dari pandemi Covid-19. Ikhtiar yang diwujudkan Presiden Joko Widodo sejak Februari lalu didasari keyakinan bahwa semakin banyak jumlah penduduk yang mendapatkan vaksin, maka semakin sempit ruang gerak penyebaran virus. Dengan demikian kehidupan akan kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas kembali secara leluasa, namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Peningkatan jumlah penduduk yang mendapatkan vaksinasi tentu akan sangat bergantung pada kecepatan pemberian vaksin. Atas dasar itu, Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) dan Ikatan Bankir Indonesia (IBI) mendukung percepatan program pemerintah dengan menyelenggarakan vaksinasi untuk para pekerja di sektor jasa keuangan.

“Vaksinasi itu program mulia pemerintah dalam melindungi keselamatan warganya. Kita tentu tidak boleh membiarkan pemerintah bekerja sendiri. Maka itu, kami berinisiatif melakukan vaksinasi secara massal ke para pekerja di industri jasa keuangan. Dengan cara ini kami ikut mempercepat vaksinasi agar kehidupan kembali normal dan masyarakat merasa lebih aman ketika berinteraksi dengan para pekerja di sektor jasa keuangan,” kata Ketua Umum IBI Haryanto T Budiman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/3).

Haryanto menjelaskan, untuk tahap awal, vaksinasi di industri jasa keuangan akan diprioritaskan untuk para pekerja yang paling sering berinteraksi langsung dengan nasabah, seperti teller dan customer service. Vaksinasi untuk pekerja di garda terdepan ini (frontliners) dapat memberikan rasa aman, baik untuk para pekerjanya maupun nasabah.

“Industri jasa keuangan itu merupakan jantungnya perekonomian. Di saat pandemi, jantung ini hanya bisa bekerja secara optimal jika kita mampu memberikan rasa aman bagi nasabah sekaligus melindungi keselamatan para pekerja. Kedua sisi ini selalu menjadi prioritas kami, maka itu percepatan vaksin menjadi sangat penting,” kata Haryanto.

Kegiatan vaksinasi hari ini merupakan langkah awal. Tahap selanjutnya, Perbanas dan IBI akan memperluas pemberian vaksin kepada pekerja sektor jasa keuangan di daerah. Ekstensifikasi ini bertujuan agar vaksinasi tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh pelaku industri keuangan.

“Agar berdampak besar dan berjalan optimal, vaksinasi untuk para pekerja akan kami lakukan secara massif dan terukur, baik melalui program nasional maupun melalui vaksin mandiri,” kata Haryanto.

Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo menambahkan pada acara vaksinasi yang dihadiri Presiden Joko Widodo ini, pelaku industri juga memberikan vaksinasi untuk lansia. Program #PerbankanPeduli hari ini menjangkau lebih dari 300 lansia.

“Prinsipnya, setiap melakukan vaksinasi ke satu orang pekerja, kami juga memberikan vaksinasi untuk lansia. Program ini rencananya akan kami lakukan pula di beberapa kota lainnya,” kata Kartika.

Kartika mengatakan, program peduli terhadap lansia didasari pada keyakinan bahwa kelompok masyarakat berusia lanjut merupakan pihak paling rentan dari penyebaran virus Covid-19. Dengan memprioritaskan para lansia, maka secara tidak langsung turut memberikan perlindungan yang maksimal kepada setiap keluarga dan masyarakat secara luas.

“Jika para lansia sudah mendapatkan vaksinasi, lalu kemudian generasi mudanya, maka kita bisa lebih cepat mencapai herd immunity. Ini akan menjadi titik balik kehidupan kita, termasuk titik balik proses pemulihan ekonomi,” kata dia.

Herd immunity adalah perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan. Vaksinasi merupakan cara menciptakan kekebalan secara massif sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara efektif dan sistematis.

“Ini adalah ikhtiar kami bersama pemerintah. Kami bersyukur dapat memulai langkah awal yang baik ini. Semoga pandemi segera berlalu dan kita semua diberikan kesehatan,” tutup Kartika.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN