Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Pergerakan Rupiah Diperkirakan di Rentang 14.450-14.550

Senin, 6 Juli 2020 | 09:47 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi (6/7/2020) menguat 58 poin atau 0,4% menjadi Rp14.465 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.523 per dolar AS.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI, dalam wawancaranya via telepon dengan BeritasatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (6/7/2020) mengatakan pergerakan rupiah pekan lalu melemah adalah wajar karena sentimen global meningkatnya kasus virus corona atau Covid-19.

“Rupiah awal pekan ini pergerakannya akan cenderung terbatas karena di akhir pekan lalu Amerika Serikat libur panjang sehingga secara global sentimennya tidak banyak yang baru. Namun kasus corona justru yang kembali naik dan juga WHO yang menyatakan penambahan kasus corona cukup tinggi ini akan mendorong aktivitas pasar cenderung menurun,” katanya.

Puguh menambahkan, meski begitu masih menariknya obligasi di dalam negeri dimana lelang pekan lalu cenderung tinggi lebih dari Rp 70 triliun berpotensi membuat rupiah bergerak mendatar atau bahkan bisa menguat.

“Kita lihat Jumat lalu capital inflow di pasar saham masih terjadi meski masih kecil. Tapi jika itu jertadi lagi rupiah bakal menguat. Mungkin rupiah akan ada di rentang 14.450, mungkin level terburuknya di 14.550,” ujarnya.

Menurut Puguh, pelemahan rupiah cenderung wajar karena kekhawatiran terhadap corona kembali tinggi. Secara fundamental sebenarnya , lanjut dia, ekonomi Indonesia masih cenderung bagus jika dibandingkan dengan Negara lain.

“Tetapi secara sentimen berkata lain. Tingginya kasus corona di dalam negeri juga kembali mencatat rekor, jadi pelemahan rupiah cukup wajar,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN