Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Novita Widya Anggraini, memberikan paparan saat Publik Expose Live 2021, Senin (6/9/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Novita Widya Anggraini, memberikan paparan saat Publik Expose Live 2021, Senin (6/9/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Perkuat Modal, BNI Terbitkan Perpetual Bond US$ 500 Juta

Kamis, 16 September 2021 | 19:06 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tengah menerbitkan obligasi dalam bentuk perpetual bond dengan target minimal senilai US$ 500 juta. Aksi korporasi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan rasio permodalan perseroan untuk mendukung kinerja bisnis ke depan.

"Betul, sekarang sedang proses, targetnya bisa menambah 1,2% CAR, tier 1 khususnya," jelas Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini kepada Investor Daily, Kamis (16/9).

Adapun, posisi CAR BNI hingga akhir Juni 2021 di level 18,18% dengan tier 1 sebesar 15,99%. Melalui aksi penerbitan perpetual bond tersebut, diharapkan bisa mendongkrak dan memperkuat modal perseroan tahun ini.

Meski demikian, Novita menyebut, hasil akhir perolehan dana akan tergantung dari penentuan harganya nanti. "Ini target minimal US$ 500 juta, finalnya nanti tergantung price-nya," tutur dia.

Sebelumnya, pada bulan Juli lalu, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI memaparkan, BNI mengalami tekanan pada rasio permodalan dibandingkan dengan bank peers.

Opsi pemenuhan modal BNI dilakukan dengan dua cara. Pertama, untuk jangka pendek akan menerbitkan perpetual bond (add tier 1). Penerbitan perpetual bond yang dapat diperhitungkan sebagai additional tier 1 dengan skema subdebt pada kuartal III-2021 dengan nominal US$ 500 juta atau setara Rp 7 triliun, dengan jangka waktu 5 tahun atau 5,5 tahun dan perkiraan kupon 4-5%.

Kedua, dengan rights issue untuk pemenuhan kebutuhan permodalan yang lebih sustainable yang rencananya dilakukan pada semester I-2022 senilai Rp 11,7 triliun. "Untuk jangka pendek, BNI akan menerbitkan tier 2 capital, perpetual bond ini dalam proses," ucap Tiko, sapaan akrab Kartika.

Tiko mengharapkan, proses peningkatan modal tersebut dilakukan secara bertahap. Namun, hal tersebut memang termasuk dalam program penting. "Karena BNI sebagai bank sistemik, kita harapkan CAR tier 1 itu di kisaran 19-20%. Sehingga bisa menjaga stabilitas, menjaga kontinuitas risk management ke depan," imbuh Tiko.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar juga mengatakan, rencana penambahan modal inti adalah untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga bisa mendukung ekspansi kredit baik organik maupun anorganik.

"Di sini kita lihat ada beberapa faktor, bahwa semester II ini masih ada ruang untuk bertumbuh. Tapi dalam penyampaian ke OJK sudah revisi dari 6-9% kita akan koreksi jadi 5-7% untuk ekspansi kredit," jelas Royke.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN