Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

Perkuat Modal Kerja, MTF akan Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Senin, 13 Juli 2020 | 23:58 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) akan menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) V Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 1 triliun. Dana hasil penawaran tersebut nantinya akan digunakan perseroan sebagai modal kerja penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor.

Direktur Keuangan MTF Armendra menyampaikan bahwa pihaknya optimistis penerbitan obligasi tersebut akan mendapat sambutan positif dari pasar. Mengingat MTF telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan PUB sesuai POJK Nomor 36/POJK.04/2014. Salah satunya adalah bahwa obligasi ini mendapat peringkat idAA+ dengan outlook stabil dari Lembaga Pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dia menerangkan, pemeringkatan yang diraih itu merupakan urutan keempat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak investasi berdasarkan standar yang dimiliki. Peringkat tersebut juga mencerminkan status MTF sebagai anak perusahaan inti dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI, peringkat idAAA/stabil), posisi bisnis yang kuat, likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat, dan kualitas aset yang kuat.

Armendra menyatakan, PUB V Tahap I Tahun 2020 itu merupakan bagian dari PUB V MTF dengan target dana mencapai Rp 5 triliun. Kali ini, dana hasil penawaran akan digunakan sebagai modal kerja perseroan dalam menjalankan bisnis pembiayaan kendaraan bermotor.

"Dana yang diterima dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk digunakan perseroan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaran bermotor perseroan," kata Armendra melalui keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Senin (13/7).

Dia menambahkan, apabila dana hasil PUB belum dipergunakan seluruhnya, maka penempatan sementara dana hasil PUB tersebut akan dilakukan perseroan dengan memperhatikan keamanan dan likuiditas. Serta dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi perseroan.

Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan MTF, obligasi kali ini diterbitkan tanpa warkat dan dijamin secara kesanggupan penuh (Full Commitment) yang terdiri dari 2 (dua) seri. Dengan begitu, masyarakat bisa memilih seri obligasi yang dikehendaki.

Untuk seri A, obligasi ditawarkan dengan jangka waktu selama tiga tahun sejak tanggal emisi. Sedangkan untuk seri B, obligasi ditawarkan dalam jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.

Adapun pembayaran obligasi seri A dan seri B tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% dari jumlah pokok pada tanggal pelunasan pokok obligasi untuk yaitu masing-masing pada tanggal 14 Agustus 2023 dan 14 Agustus 2025.

Sementara itu, besaran tingkat bunga dan jumlah pokok obligasi yang ditawarkan dari kedua seri itu akan ditentukan pada saat tanggal efektif pada bulan Agustus 2020 mendatang. Penerbitan obligasi didukung antara lain oleh PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Dalam hal penjaminan pembayaran, jenis benda jaminan adalah jaminan fidusia berupa piutang performing untuk kepentingan pemegang obligasi melalui wali amanat, yang dibebankan dengan fidusia. Status kepemilikan piutang yang dijaminkan adalah piutang milik perseroan.

Di sisi lain, Armendra meyakini, bisnis pembiayaan di multifinance memiliki prospek yang baik di masa depan. “Kami juga yakin ekonomi akan rebound di kuartal 4 tahun 2020, sehingga sektor multifinance akan tetap bertumbuh di tahun 2021 meski terjadi perlambatan di tahun ini,” ungkap dia.

Berdasarkan laporan keuangan MTF sampai kuartal I-2020 (unaudited), perseroan membukukan total aset mencapai Rp 18,23 triliun dan liabilitas sebesar Rp 15,71 triliun. Perseroan tercatat memiliki gearing ratio sebesar 5,74 kali, posisi itu menurun dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 5,84 kali.

Dari sisi operasional, laba bersih perseroan dibukukan sebesar Rp 74,13 miliar. Untuk piutang pembiayaan konsumen perseroan mencapai Rp 13,32 triliun dan piutang sewa pembiayaan tercatat sebesar Rp 3,29 triliun. Pembiayaan tersebut memiliki piutang non performing sebesar 1,40%, meningkat dibandingkan akhir tahun lalu sebesar 0,90%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN