Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Departemen Komunikasi/ Direktur Eksekutif BI

Kepala Departemen Komunikasi/ Direktur Eksekutif BI

Pertumbuhan Kredit Baru Kuartal III Membaik

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 17:56 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kepala Departemen Komunikasi/ Direktur Eksekutif BI, Onny Widjanarko mengungkapkan Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan kuartalan kredit baru pada kuartal III-2020 membaik dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan itu tercermin pada SBT permintaan kredit baru yang mencapai 50,6%.

“Angka itu lebih baik dibandingkan minus 33,9% pada kuartal sebelumnya, meski lebih rendah dibandingkan 68,3% pada kuartal III-2019,” tutur Onny Widjanarko saat mengumumkan hasil Survei Perbankan BI di Jakarta, Jumat (16/10).

Onny menambahkan, meningkatnya pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit. Peningkatan paling besar terjadi pada jenis kredit modal kerja yang terindikasi dari SBT yang lebih baik pada kuartal III-2020 menjadi 68,1% dibanding minus 19,5% pada kuartal sebelumnya. 

Perkiraan pertumbuhan kredit
Perkiraan pertumbuhan kredit

Dia mengungkapkan, pertumbuhan kredit investasi dan kredit konsumsi juga terindikasi mengalami perbaikan. Hal itu ditunjukkan oleh SBT yang membaik masing-masing dari minus 75,1% dan minus 68,6% menjadi 28,6% dan 42,7%.

Membaiknya penyaluran kredit konsumsi, kata Onny Widjanarko, terutama terjadi pada jenis kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA) dan kredit tanpa agunan.

Perkiraan pertumbuhan DPK
Perkiraan pertumbuhan DPK

“Secara sektoral, meningkatnya SBT pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh sektor. SBT paling tinggi terjadi pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, serta sektor listrik, gas, dan air,” ucap dia. (az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN