Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aset properti seperti rumah tinggal, toko/ruko, gudang, kantor, memiliki nilai yang sangat tinggi sehingga penting untuk diberikan perlindungan

Aset properti seperti rumah tinggal, toko/ruko, gudang, kantor, memiliki nilai yang sangat tinggi sehingga penting untuk diberikan perlindungan

Perusahaan Asuransi Optimalkan Penggunaan Teknologi Dalam Kegiatan Bisnis

Kamis, 2 September 2021 | 11:18 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Perusahaan asuransi kian antusias menggunakan teknologi untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dan kemajuan zaman seperti sekarang, teknologi menjadi jalan ke luar di tengah penurunan aktivitas bisnis setelah diterapkan pembatasan kegiatan fisik.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe mengatakan, perusahaan asuransi memang dituntut untuk mengimplementasikan teknologi digital sebagai bagian dari proses bisnis. "Trigger pandemi Covid-19 yang membatasi interaksi fisik adalah awal yang "memaksa" penggunaan teknologi," kata Dody melalui keterangan tertulis, Rabu (1/9).

Namun tidak hanya pandemi Covid-19, perkembangan zaman yang serba digital juga memaksa industri jasa keuangan untuk menerapkan teknologi. Digitalisasi pada sisi operasional dan pemasaran asuransi ini dinilai paling efisien dan ekonomis.

Sejauh ini, Dody melihat sudah banyak perusahaan asuransi yang menggunakan teknologi digital dalam kegiatan bisnisnya. Penggunaan paling sering untuk pemasaran yang dilakukan melalui website, platform digital mandiri, maupun berkolaborasi dengan platform insurtech lain.

Adapun produk asuransi yang paling dipasarkan secara digital adalah produk asuransi untuk individu, seperti asuransi kendaraan, asuransi kesehatan ataupun asuransi kecelakaan diri. Melalui pemasaran digital ini, perusahaan asuransi bisa menurunkan biaya distribusi produk, sementara masyarakat bisa mudah mendapatkan produk serta proses klaim dan penerbitan polis juga lebih cepat.

"Pemasaran secara digital menciptakan skala efisiensi dan mempermudah masyarakat untuk menjadi tertanggung asuransi," kata dia.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan asuransi untuk menyesuaikan proses bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan begitu, perusahaan asuransi diharapkan melihatkan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat luas.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi mengatakan, dengan mengadaptasi teknologi informasi, banyak manfaat yang bisa diraih pelaku industri asuransi dan juga masyarakat. Pertama adalah dari sisi kemudahan dalam mengakses layanan asuransi secara luas melalui platform digital. Kemudian, proses layanan dan pemasaran produk secara digital mampu meminimalisasi terjadinya interaksi secara fisik antara tenaga pemasar dan calon konsumen, sehingga dapat mengurangi potensi risiko penularan Covid-19.

"Di tengah kondisi pembatasan mobilitas masyarakat dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin, perusahaan asuransi dituntut untuk melakukan penyesuaian dalam proses bisnisnya agar tetap dapat memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi masyarakat luas. Salah satunya dengan memberikan layanan secara digital dengan memanfaatkan teknologi informasi," kata Riswinandi.

Namun demikian, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan teknologi informasi. Pertama, perusahan asuransi perlu menyesuaikan kompleksitas produk asuransi yang dapat ditawarkan melalui platform digital, sehingga produk yang ditawarkan relatif lebih sederhana dengan fitur utama berupa proteksi atas risiko sehari-hari.

Kedua, perusahaan asuransi harus menyediakan layanan bantuan konsumen yang mampu menjawab pertanyaan konsumen serta menyampaikan informasi detail terkait produk asuransi dengan benar, lengkap, dan jelas. Hal ini termasuk informasi yang dapat mempengaruhi hak pemegang polis untuk memperoleh pembayaran klaim dari perusahaan asuransi. Ketiga, konsumen perlu memahami syarat dan ketentuan produk asuransi yang dimuat dalam polis asuransi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN