Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristianto Andi Handoko dalam webinar

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristianto Andi Handoko dalam webinar "Kebangkitan Industri Asuransi di Era Pandemi" yang digelar Beritasatu Media Holdings, Kamis, (29/7/2021).

Perusahaan Asuransi Ramai-ramai Ajukan Izin Produk Terkait Covid-19 ke OJK

Kamis, 29 Juli 2021 | 14:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah perusahaan asuransi sedang mengajukan izin produk asuransi terkait Covid-19. Untuk itu, OJK dan pelaku industri secara intensif menganalisis nilai premi (pricing) dari produk asuransi tersebut.

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK Kristianto Andi Handoko menyampaikan, sejak tahun lalu sejumlah perusahaan asuransi memang berinisiatif untuk memperluas manfaat perlindungan menyangkut Covid-19. Hal itu murni sebagai perluasan layanan dan bentuk komitmen perusahaan asuransi.

Namun demikian, perluasan manfaat itu disebut memiliki keterbatasan kebutuhan. Seluruh biaya perawatan atas Covid-19 memang ditanggung pemerintah. Tapi terlepas dari itu, ada banyak kebutuhan lain dari masyarakat. Hal tersebut yang kemudian dilihat oleh perusahaan asuransi.

"Akhir-akhir ini juga banyak asuransi jiwa yang mengajukan produk khusus untuk meng-cover penyakit Covid-19. Ini dilihat oleh perusahaan asuransi sebagai hal yang baik, artinya asuransi menyediakan produk baru untuk penyakit yang juga baru. Dalam hal ini agar konsumen terlindungi," kata Andi pada diskusi bertajuk Kebangkitan Industri Asuransi di Era Pandemi yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis (29/7/2021).

Dia mengatakan, polis saat ini sudah merinci sejumlah penyakit yang di-cover oleh perusahaan asuransi. Tapi Covid-19 merupakan penyakit baru yang umumnya belum masuk dalam isi polis. Hal itu menjadi ketertarikan tersendiri bagi perusahaan asuransi untuk selanjutnya menawarkan produk khusus terkait penyakit Covid-19.

"Oleh karena itu, perusahaan asuransi jiwa tertarik menyediakan produk khusus Covid-19. Mungkin kita sudah bisa lihat nilai pertanggungan klaim terkait produk khusus asuransi Covid-19 pada akhir tahun ini atau awal tahun depan," kata dia.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan, total klaim terkait Covid-19 dari Maret 2020 sampai dengan Februari 2021 mencapai Rp 1,46 triliun terhadap 24.997 polis. Dari jumlah itu, 87,41% atau klaim senilai Rp 1,28 triliun telah selesai dibayarkan. Sedangkan 12,59% diantaranya atau senilai Rp 184,37 miliar berstatus klaim masih dalam proses.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN