Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay

Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay

Platform Investasi Digital Bantu Naikkan Pendapatan

Kamis, 22 September 2022 | 14:04 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Dengan laju pertumbuhan sektor investasi ritel yang sangat pesat, belum banyak kajian mengenai sektor ini terutama dampak dari kehadiran aplikasi investasi multi-aset. Pluang bersama lembaga riset Center for Economic and Law Studies (CELIOS) meluncurkan studi berjudul “Dampak Aplikasi Multi-Aset Terhadap Pertumbuhan Investor Ritel” sebagai kajian pertama dalam sektor investasi ritel yang berfokus pada tren investasi ritel dan aplikasi multi-aset.

Berdasarkan data dari 3.530 responden survei di seluruh Indonesia, studi ini bertujuan untuk memberi gambaran sektor investasi ritel di Indonesia, perilaku dan kebutuhan investor ritel, serta dampak dari kehadiran aplikasi multi-aset bagi investor ritel maupun pertumbuhan ekonomi nasional. Acara peluncuran studi CELIOS merupakan inisiatif Pluang sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Badan Pengembangan Keuangan Digital (BPKD) Kadin Indonesia.

Baca juga: Dorong Literasi Keuangan, Jumlah Pengguna Pluang Meningkat 100%

“Dengan inovasi teknologi di sektor keuangan digital, studi tentang sektor investasi ritel ini diharapkan dapat membuka banyak ruang untuk membangun ekosistem keuangan digital yang kondusif. Studi ini menjadi salah satu inisiatif Pluang untuk menyediakan referensi yang bisa menjadi dasar pembuatan kebijakan yang mendorong percepatan sektor keuangan digital di Indonesia,” kata Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas dalam acara diseminasi riset CELIOS bersama Pluang di Menara Kadin Indonesia, dikutip Kamis (22/9/2022).

Berinvestasi menggunakan platform digital kini menjadi pilihan pengguna, melalui kemudahan akses, biaya yang terjangkau, dan kelengkapan fitur yang ditawarkan. Kajian CELIOS bersama Pluang mengungkap lebih dari setengah responden merasa keberadaan platform aplikasi multi-aset berdampak positif pada pendapatan mereka. Dari populasi tersebut, mayoritas responden berinvestasi untuk meningkatkan pendapatan pasif dan tujuan investasi jangka panjang seperti mempersiapkan dana darurat, dana pensiun dan dana pendidikan anak.

Baca juga: Cara Pluang Ajak Pelajar Perempuan Mengenal Investasi Hijau 

Data KSEI menunjukan bahwa per April 2022, 60,29 persen investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun, yang rata-rata masih berada di awal dan pertengahan karir profesionalnya. Penelitian CELIOS bersama Pluang juga menemukan hal yang sejalan dengan kondisi demografi ini. Investasi tidak lagi terbatas pada investor bermodal besar, namun dapat dimulai dengan modal yang terjangkau. Sebanyak 61 persen responden mengalokasikan kurang dari 1 juta rupiah dari pendapatan bulanannya untuk berinvestasi. Di platform investasi multi-aset, para investor juga berkeinginan untuk menambah instrumen Investasi hingga ke 2 sampai 3 kelas aset. Mayoritas diantaranya juga tertarik mempelajari produk investasi lain.

Executive Director CELIOS, Bhima Yudhistira, menjelaskan mayoritas responden menganggap berinvestasi memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pesatnya momentum ekonomi digital di Indonesia dan adopsi teknologi yang cepat dari kalangan generasi muda mendorong terciptanya persepsi ini. Berinvestasi di platform investasi digital dianggap sebagai aksi berkontribusi terhadap peningkatan sektor teknologi informasi, membantu pendanaan perusahaan, dan efek penciptaan tenaga kerja dari investasi.

“Hal ini menjadi indikasi positif bahwa platform investasi digital mampu mendorong terciptanya investment-oriented society atau masyarakat yang melek investasi,” katanya.

Baca juga: Co-Founder Pluang Sarankan 3 Langkah Tingkatkan Keterlibatan Perempuan di Sektor Fintech

Responden studi ini memiliki preferensi tinggi untuk memilih influencer keuangan di media sosial atau fin-fluencer sebagai sumber informasi investasi yang dapat dipercaya. Studi ini merekomendasikan adanya pengembangan kapasitas untuk influencer keuangan agar dapat memberikan literasi finansial yang valid & edukatif.

Pertumbuhan investor ritel ini juga berkontribusi pada inklusivitas akses investasi aset kripto di Indonesia.

“Sejalan dengan studi CELIOS bersama Pluang, angka perdagangan komoditas berjangka di Bappebti tumbuh pesat di 2021 dengan kontribusi signifikan dari emas digital dan aset kripto. Bappebti juga mengamati bahwa sebanyak 70% investor aset kripto mengalokasikan pendapatannya dengan nominal investasi di bawah Rp500.000. Hal ini menunjukan bahwa akses investasi aset kripto di Indonesia semakin mudah dengan semakin terjangkaunya nominal untuk memulai berinvestasi aset kripto.” ujar Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Senjaya.

Baca juga: Dukung Komunike Y20, Pluang Dorong Kebijakan Tata Kelola Digital untuk Pimpinan G20

Direktur Hubungan Masyarakat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Darmansyah juga menyampaikan perlunya harmonisasi kebijakan antar regulator untuk memberi masyarakat kepastian hukum terutama terkait perlindungan konsumen.

“Hasil riset ini sangat penting bagi OJK untuk membentuk kebijakan edukasi dan perlindungan konsumen guna melindungi para investor, juga untuk kebijakan bagi industri. Dengan semakin banyaknya investor ritel yang menjadikan figur publik sebagai sumber informasi investasi, edukasi menjadi kian penting untuk membantu investor ritel melindungi diri dari penipuan. Ini menjadi catatan bagi kami untuk terus meningkatkan standar perlindungan di tengah pesatnya perkembangan teknologi di sektor jasa keuangan,” ujar Darmansyah.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com