Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Pegadaian (persero) menyatakan manajemen mendukung program Holding BRI-Pegadaian-PNM yang diinisiasi Menteri BUMN.

Direktur Utama PT Pegadaian (persero) menyatakan manajemen mendukung program Holding BRI-Pegadaian-PNM yang diinisiasi Menteri BUMN.

PNM Bidik 12 Juta Nasabah pada 2022

Kamis, 30 September 2021 | 18:52 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Permodalan Nasional Madani (Persero), atau PNM, optimistis dapat menambah jumlah nasabah menjadi lebih dari 12 juta tahun 2022.

Seiring dengan kehadiran Holding Ultra Mikro (Umi), perseroan juga meyakini dapat menurunkan bunga pinjaman Mekaar sebesar 3% dan mengoptimalkan peran pemberdayaan dengan penurunan biaya overhead sekitar 8%.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan, hingga saat ini, PNM telah melakukan pemberdayaan sekaligus memberikan pembiayaan kepada sekitar 10,8 juta nasabah prasejahtera. Tahun 2022, perusahaan berharap bisa mengakuisisi lebih dari 12 juta nasabah baru.

Target tersebut dinilainya realistis untuk dicapai seiring dengan penguatan ekosistem usaha yang lebih baik melalui Holding UMi, bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku induk dan PT Pegadaian (Persero).

"Untuk tahun depan, memang kami sedang menghitung ulang. Kami justru berharap lebih tinggi dari itu (12 juta) nasabah," kata Arief, dalam keterangannya, Kamis (30/9).

Sementara itu, saat ini, perseroan masih konsisten dengan target yang telah ditentukan pada awal tahun 2021. Kendati telah tergabung dalam Holding UMi, PNM akan secara konsisten menjaga keberlangsungan dan semangat usaha nasabah yang sudah ada.

Artinya, Holding UMi tak akan mengubah kualitas layanan dan produk jasa keuangan perseroan. Kehadirannya justru akan memperkuat upaya yang telah dilakukan selama ini.

"Bahkan, kami terus mencari peluang untuk mendorong percepatan naik kelas (para pelaku usaha binaan), meningkatkan layanan, dan pada akhirnya, bisa memberikan kontribusi terhadap akselerasi aktivitas ekonomi lokal dan nasional," imbuhnya.
Lebih lanjut, dia menerangkan, sejauh ini, sinergi layanan bersama dalam Holding Umi, melalui integrasi gerai, atau co-location, telah berjalan di 54 titik dan menuju 78 titik.

Perseroan pun optimistis, penambahan integrasi kantor fisik masih akan bertambah lebih banyak lagi pada kuartal IV-2021 dan berlanjut tahun depan.

Dengan demikian, ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro melalui Holding UMi akan menjadi lebih kuat di masa mendatang. Holding pun lebih banyak memberikan nasabah manfaat, seperti mengoptimalkan peran pemberdayaan PNM dengan penurunan biaya overhead.

Selain itu, jaminan kesinambungan pemberdayaan menjadi lebih kuat dengan tambahan fasilitas layanan jasa keuangan yang semakin lengkap karena dibantu oleh BRI dan Pegadaian.

"Tadinya, PNM tidak bisa lakukan. Ini sekarang bisa didukung oleh BRI sebagai induk holding dan Pegadaian sebagai sesama anggota holding. Dan, ada jaminan penuh dengan efisiensi dan efektifitas proses yang akan kami lakukan bersama, Insya Allah segera bisa kami berikan keringanan beban bunga, atau margin kepada para nasabah," beber dia.

Penurunan Bunga Pinjaman

Ada pun, terkait biaya layanan jasa keuangan, Arief mengaku, perseroan sudah mengalkulasi beberapa hal, seperti potensi beban dana, beban operasional, serta beban lainnya yang dapat ditekan dengan kehadiran Holding UMi dan akan ditransmisikan pada beban cicilan kredit.

Dengan demikian, PNM bisa lebih agresif dalam membantu pelaku usaha mikro untuk naik kelas. Perseroan bisa melakukan pembinaan yang semakin masif dan penyaluran pinjaman modal produktif dengan bunga cicilan yang lebih ringan.

Dengan kolaborasi ketiga entitas BUMN, PNM cukup optimistis nasabah program Mekaar akan memperoleh keuntungan penurunan bunga pinjaman sekitar 3%.

Sinergi itu pun akan semakin menguntungkan masyarakat kecil karena dapat mengoptimalkan peran pemberdayaan PNM dengan penurunan biaya overhead sekitar 8%.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN