Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

PNM Revisi Naik Target Pembiayaan Jadi Rp 16,6 Triliun

Jumat, 20 September 2019 | 08:19 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Permoalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merevisi target pembiayaan tahun ini menjadi Rp 16,6 triliun. Nilai tersebut naik 12,16% dari target awal dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP) tahun ini sebesar Rp 14,8 triliun.

"Target kami revisi menjadi Rp 16,6 triliun. Artinya, ada perbaikan dari RKP kami sebesar 12,16% sampai akhir tahun. Kami ada perbaikan karena per Agustus saja pembayaan sudah tumbuh bagus," ujar Direktur Keuangan PNM Tjatur H Priyono di Jakarta, Kamis (17/9).

Dia menjelaskan, target pembiayaan 2019 akan meningkat 15,27% secara tahunan (year on year/yoy) dari total yang ditorehkan pada 2018 sebesar Rp 14,4 triliun. Begitu juga pada jumlah nasabah yang akan bertambah menjadi 6 juta pada akhir 2019 atau naik 48,14% (yoy) dari periode sebelumnya sebanyak 4,05 juta. "Saat ini nasabah 5,25 juta, hingga akhir tahun kira-kira bisa sampai 6 juta," jelas Tjatur.

Sementara itu, per Agustus 2019 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 13,6 triliun atau tumbuh 92,51% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,96 triliun. Outstanding pembiayaan perseroan per Agustus turut tumbuh sebesar 66,13% (yoy) atau menjadi sebesar Rp 15,5 triliun dari pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,33 triliun.

Tjatur merinci, outstanding pembiayaan lini bisnis Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) mencapai Rp 9 triliun. Sementara itu, outsatanding pembiayaan lini bisnis Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp 6,5 triliun.

Kelak, sambung Tjatur, Mekaar akan mendominasi penyaluran pembiayaan yang dilakukan PNM. Sebab, secara jumlan nasabah pun lini bisnis tersebut hampir menyentuh 6 juta nasabah. Sementara lini bisnis ULaMM hanya memiliki jumlah yang minim atau pada kisaran 60-70 ribu nasabah.

Di samping itu, pencapaian pada penyaluran pembiayaan, pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) perseroan terbilang cukup terjaga dengan baik sebesar 1,6%. Bahkan, Tjatur menyebut, NPF lini bisnis Mekaar menempati posisi yang cemerlang atau sebesar 0,14%.

Dia menuturkan, pihaknya merujuk pada data yang dikumpulkan supaya pembiayaan bisa berkualitas dan tepat sasaran. Data itu juga yang kemudian digunakan ketika masuk tahapan observasi. "Hal tersebut tentu untuk memastikan bahwa pembiayaan sesuai dengan sasaran," imbuh Tjatur.

Pada sisi pendanaan, pihaknya memastikan telah memadai hingga akhir tahun. Salah satunya dari penerbitan obligasi melalui penawaran umum berjalan (PUB) tahap I yang masih menyisakan Rp 1 triliun. "Kalau dari sisi pendanaan kami tidak ada masalah karena investor melihat kita cukup menarik," ugkap dia.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN