Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Polis Jiwasraya Mulai Migrasi ke IFG Life September 2021

Senin, 26 Juli 2021 | 04:29 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Polis-polis hasil restrukturisasi PT Asuransi Jiwaraya (Persero) akan mulai dipindahkan ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) pada September 2021. Rencana tersebut diikuti lebih dulu dengan menunjuk Farid Azhar Nasution sebagai Direktur Keuangan dan Investasi IFG Life.

"Penunjukan Farid menjadi Direktur Keuangan dan Investasi IFG Life bertujuan untuk mendukung jalannya proses transfer portofolio PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sesuai dengan rencana migrasi portofolio yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari bulan September 2021," tulis Sekretaris Perusahaan IFG Beko Setiawan dalam keterangannya, Sabtu (24/7).

Beko menyampaikan, berdasarkan pengalaman di Jiwasraya khususnya Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya, penunjukkan Farid Azhar Nasution diharapkan bisa membantu jalannya proses migrasi portofolio dengan lancar dan tanpa kendala.

"Kehadiran Pak Farid sebagai Direktur Keuangan dan Investasi IFG Life diharapkan bisa membawa dampak positif kepada perusahaan dan juga dapat melakukan sinergi dengan Dewan Komisaris dan Direksi lainnya untuk menyukseskan migrasi portofolio dalam Program Restrukturisasi Jiwasraya," terang Beko.

Dia mengungkapkan, penunjukan Farid Azhar Nasution didasarkan pada pada Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SR-498/MBU/07/2021. Sebelum dipercaya di IFG Life, Farid adalah Direktur Keuangan dan Investasi di Jiwasraya terhitung sejak Maret 2020.

Sebelum di Jiwasraya, Farid juga memiliki pengalaman di industri keuangan dan juga asuransi. Antara lain, pada tahun 2014 Farid menjabat sebagai Direktur Treasury dan Direktur Hubungan Internasional Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Tak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Co Head Debt Capital Market di Bahana Sekuritas, setelah sempat menjadi auditor di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pria berkelahiran 6 Agustus 1970 itu disebut memiliki latar belakang pendidikan S2 Keuangan Syariah Institut Pertanian Bogor (IPB), Post Graduate Diploma Finance di Prasetiya Mulya Business School, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Diploma Akuntansi.

"Dengan memiliki pengalaman yang panjang di industri keuangan termasuk asuransi, kehadiran Farid di jajaran Direksi IFG Life akan membawa dampak positif di perusahaan. Kami meyakini IFG Life dapat mewujudkan cita-cita untuk membangun industri keuangan non-bank yang kuat dengan tata kelola yang baik dan prudent," terang Beko.

Adapun susunan lengkap dewan direksi IFG Life yakni Direktur Utama Andy Samuel, Direktur Keuangan dan Investasi Farid Azhar Nasution, Direktur Kepatuhan SDM dan TI Eli Wijanti, serta Direktur Operasional Yusman Dedy Kusuma. Sedangkan dewan komisaris diisi oleh Pantro Pander Silitonga sebagai Komisaris Utama, serta dua Komisaris Independen yakni Sabam Hutajulu dan Yasril Rasyid.

IFG Life adalah perusahaan yang bergerak di bidang perasuransian. IFG Life yang merupakan anak usaha dari Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG). Kehadiran IFG Life sebagai bagian dari peta jalan (roadmap) grup untuk memiliki bisnis di sektor asuransi jiwa, kesehatan, dan pengelolaan dana pensiun.

IFG Life sudah mengantongi izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP19/D.05/2021 tentang Pemberian Izin Usaha di Bidang Asuransi Jiwa Kepada PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).

Di sisi lain, pengalihan aset dan portofolio polis Jiwasraya ke IFG Life memang disebut bisa terlaksana lebih cepat, dibandingkan asumsi Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang sempat diperkirakan terjadi pada Desember 2021. Nilai aset yang dialihkan diproyeksi antara Rp 11,93 triliun sampai dengan Rp 13,1 triliun.

Direktur Utama Jiwasraya Angger P Yuwono mengakui adanya perbedaan antara proyeksi pengalihan portofolio dari RPK Jiwasraya (Rp 11,93 triliun) dan proyeksi Kemenkeu (Rp 13,1 triliun) terkait aset yang akan ditransfer ke IFG Life. Namun demikian, pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut alasan perbedaan nilai tersebut.

"Kalau ada perbedaan angka dari BPK dan Kemenkeu, saya tidak bisa pastikan alasannya. Aset itu kan bergerak nilainya, ada yang investasi dan non investasi. Tetapi kalau bicara berapa angkanya ada di kisaran itu Rp 11,93 triliun sampai Rp 13,1 triliun," kata Angger kepada Investor Daily, Minggu (4/7).

Dia menambahkan, pengalihan aset dilakukan beriringan dengan portofolio polis. Tapi sebelum itu, IFG Life harus juga siap menerima pengalihan sesuai dengan POJK bahwa perusahaan penerima pengalihan mesti tetap sehat, dengan risk based capital (RBC) di atas 120%. Untuk itu, migrasi polis dan aset Jiwasraya perlu menunggu penyertaan modal negera (PNM) ke IFG lebih dulu cair.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN