Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Pengawas BP Jamsostek dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (15/11/2022). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Pengawas BP Jamsostek dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (15/11/2022). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

Porsi Klaim JHT PHK Capai 29,7%

Rabu, 16 Nov 2022 | 21:37 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat, klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) karena pemutusan hubungan kerja (PHK) sampai dengan Oktober 2022 sebesar Rp 834,03 miliar. Nilai ini mencakup 29,70% dari total klaim JHT yang mencapai Rp 2,80 triliun.

"Pergerakan klaim JHT karena PHK sebenarnya relatif stabil di angka Rp 80 miliar (per bulan). Jadi, pergerakan ada di situ. Sehingga kami melihat, dampak (keuangan) klaim JHT dari PHK paling tidak tren pada 2022 relatif stagnan," ungkap Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (15/11/2022).

Dia menjelaskan, total klaim JHT tumbuh 9,8% dibandingkan akhir 2021. Sementara klaim JHT pada 2020 naik sampai dengan 15% dibandingkan tahun 2019 karena pandemi Covid-19. Kenaikan JHT ini salah satunya karena pada awal 2021, BP Jamsostek semakin memberikan kemudahan untuk proses klaim.

Sebelumnya, success rate meningkat dari awal tahun 2021 sebesar 52,70%, saat ini sudah 99,82%. "Artinya, orang sudah semakin mudah, agar mereka punya experience yang baik, sehingga kita bergabung lagi meski bukan lagi sebagai pekerja penerima upah," ungkap Anggoro.

Advertisement

Secara bulanan, dia menerangkan, klaim JHT sempat meningkat pada Maret 2022 karena Permenaker 2/2022 yang mengembalikan JHT kepada fungsi sebelumnya, sehingga banyak orang yang berbondong-bondong mencairkan. Namun, ketika keluar Permenaker 4/2022, maka tren klaim JHT mulai menurun. Adapun terjadi kecenderungan klaim bulanan naik menjelang akhir tahun, meski tidak signifikan.

Penerima klaim JHT dengan usia pensiun mencakup 6,9% atau sebanyak 13.690 klaim, masih relatif kecil namun telah terjadi peningkatan. Sementara 61% dari klaim JHT masih dikontribusikan peserta dengan usia produktif atau 20-35 tahun.

"Ini yang memang kemarin menjadi dasar pertimbangan kenapa JHT mau dikembalikan lagi fungsi (awal)-nya, karena sayang mereka masih di usia produktif tapi JHT sudah dicairkan. Padahal JHT itu untuk nanti pada saat mereka sudah tidak produktif," jelas Anggoro.

Hingga Oktober 2022, rasio klaim JHT di level 80,63%. Posisi tersebut dalam tren penurunan sejak Maret 2022. Namun demikian, level rasio klaim ini juga menunjukkan bahwa BP Jamsostek masih mampu memenuhi segala kewajibannya terkait JHT.
 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com