Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BRI Insurance Fankar Umran : Dengan Kompetisi membuat kita jadi lebih baik, tapi dengan kolaborasi membuat kita jadi lebih kuat.

Direktur Utama BRI Insurance Fankar Umran : Dengan Kompetisi membuat kita jadi lebih baik, tapi dengan kolaborasi membuat kita jadi lebih kuat.

Post Pandemi, Era Kolaborasi Bisnis Asuransi

Jumat, 11 Desember 2020 | 08:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Pandemi telah mengubah banyak hal termasuk dalam cara pandang baru terhadap industri asuransi. Berbagai survei dan riset menunjukkan perubahan-perubahan terjadi di masyarakat sehingga memengaruhi bagaimana pendekatan bisnis ke depan. Hal menarik adalah perubahan yang akan terjadi setelah melewati masa pandemi.

Disampaikan Direktur Utama BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) Fankar Umran, ada tiga tahap industri dalam merespons pandemi. Pada tahap pertama, industri akan merespons pandemi tersebut dengan bermacam-macam cara. Tapi yang baik menurut Fankar adalah dengan resolve, yakni mencari tahu seberapa besar dampak yang diakibatkan terhadap industri. Kemudian resiliensi, melakukan efisiensi dengan memangkas biaya dan fokus pada hal-hal yang mendukung bisnis.

Setelah mampu merespons dengan baik, industri akan masuk tahap recover dengan cara re-enginering dan restructure. Dengan melakukan revitalisasi bisnis di dalamnya termasuk utilisasi proses internal yang fokus kepada layanan konsumen. Kemudian restrukturisasi wujudnya adalah termasuk organisasi dan kebutuhan operasional.

Fase terakir adalah thrive alias kembali berkembang dengan cara meredefinisi bisnis. Industri akan melihat lini bisnis apa saja yang masuk kategori suram dan mana yang akan terang di masa mendatang. Setelah melewati masa ini maka industri akan melanjutkan improvement dengan memasuki strategi bisnis setelah post pandemi. Pada tahap ini ada tiga poin penting di antaranya meredefinisi bisnis, dengan melihat berbagai sektor terkait bisnis.

Fankar mencontohkan, di asuransi umum persaingan hanya pada 14 lini bisnis saja sejak dulu hingga sekarang. “Jadi perlu dipikirkan bagaimana memperluas (lini bisnis) karena sesungguhnya kalau bicara tentang bisnis bukan saja tentang pertumbuhan juga bica a penetrasi,” tuturnya saat webinar Outlook Asuransi 2021 yang diselenggarakan Majalah Investor dengan OJK, BRI Insurance, AAJI, dan Allianz Life Indonesia.

Di Indonesia masih banyak yang masyarakat yang belum insurance minded sehingga bisa dijadikan target bagi perusahaan asuransi. Misalnya bagaimana asuransi melindungi UMKM, sebab jika terkena suatu risiko UMKM akan turun ke level yang lebih rendah. Karena itu, menurut Fankar perlu dipikirkan bagaimana asuransi dapat berkolaborasi secara bersama untuk melakukan upaya menggarap segmen bisnis tersebut.

Kolaborasi penting dilakukan tidak saja dengan sesama industri jasa keuangan, juga lintas industri atau sektor, termasuk misalnya kerja sama dengan pemerintah daerah untuk melindungi para petani.

Selain meredefinisi bisnis, hal lain yang juga akan terjadi adalah operasional menjadi lebih efektif. Hal ini terkait erat dengan pemanfaatan teknologi digital yang semakin terintegrasi. Seperti mulai digunakannya aritificial intelligence untuk proses underwriting terutama untuk risiko-risiko yang sederhana. Begitupun proses klaim sudah bisa dilakukan secara virtual.

Kemudian terkait saluran distribusi akan lebih memadukan antara konvensional dan digital (hybrid). Saluran digital itu ragamnya banyak, ada yang broker, agregator, juga affiliate marketing. BRI Insurance juga memiliki beragam saluran distribusi bahkan memiliki beberapa aplikasi digital yang mendukung proses bisnis dan penjualan. Namun tetap menggunakan distribusi konvensional juga. Walaupun ada shifting ke arah digital, namun tidak semua bisa diterapkan dengan cara-cara digital, misalnya asuransi off shore atau kontruksi yang sifatnya kompleks.

Ke depan, kolaborasi menjadi bagian penting bagi asuransi dalam bersaing menjaga dan mengembangkan bisnis. “Kompetisi membuat kita menjadi lebih baik, tapi kolaborasi membuat kita menjadi lebih kuat. Kolaborasi di sini tidak hanya within industry, juga cross industry,” tutupnya.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN