Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe ketika paparan kinerja asuransi umum tahun buku 2020 secara virtual, Selasa (23/2).

Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe ketika paparan kinerja asuransi umum tahun buku 2020 secara virtual, Selasa (23/2).

Premi Asuransi Umum Kontraksi 3,6% di 2020

Selasa, 23 Februari 2021 | 16:36 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Premi asuransi umum terkontraksi sebesar 3,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp 76,98 triliun di 2020. Kinerja tersebut lebih baik dibandingkan proyeksi awal yang menyatakan premi dapat turun hingga dua digit.

Perolehan premi itu berasal dari data 73 perusahaan asuransi umum yang dikumpulkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Sedangkan jika merujuk pada data yang dihimpun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), premi asuransi umum melambat lebih dalam yakni sebesar 4,04% (yoy) menjadi sebesar Rp 76,89 triliun.

Kendati tercatat terkontraksi, sejatinya kinerja premi sepanjang 2020 itu lebih baik dari perkiraan AAUI di Juni 2020. Ketika itu, AAUI memproyeksi premi bakal terkoreksi hingga 15-25% (yoy). Hal itu didasarkan pada sejumlah lini utama asuransi umum yang tidak bisa menopang pertumbuhan industri secara keseluruhan.

"Tahun lalu AAUI mencoba membuat proyeksi pesimistis double digit ternyata kinerja pemerintah bagus, ternyata tidak terjadi. Kalau compare (2021) dengan 2020 kami optimistis. Paling tidak untuk engineering positif," demikian kata Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe ketika paparan kinerja asuransi umum secara virtual, Selasa (23/2).

Awalnya, empat lini utama asuransi umum meliputi asuransi harta benda (properti), asuransi kendaraan bermotor, asuransi kredit, serta asuransi kecelakaan diri dan kesehatan yang memiliki pangsa pasar hingga 70% sulit untuk bertumbuh positif. Dalam realisasinya, hanya asuransi kendaraan bermotor yang terkoreksi cukup dalam di akhir 2020.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang memaparkan, premi asuransi kendaraan bermotor turun 21,3% (yoy) menjadi Rp 14,73 triliun. Sedangkan empat lini terbesar lainnya masih mampu mencatatkan pertumbuhan.

Premi dari lini asuransi properti naik tipis 0,8% (yoy) menjadi Rp 21,03 triliun. Premi bisnis asuransi kredit meningkat 5,9% (yoy) menjadi Rp 16,43 triliun. Kemudian premi asuransi kecelakaan diri dan kesehatan naik hingga 20,9% (yoy) menjadi Rp 7,98 triliun.

"Premi industri asuransi umum terkontraksi 3,6% di 2020 terhadap 2019. Premi di 2019 sebesar 79,86 triliun menjadi Rp 76,98 triliun. Kelas bisnis secara premi yang turun adalah di kendaraan bermotor, surety bond, engineering, dan energy onshore," terang dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN