Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa, TI, dan Aktuaria Trinita Situmenag, dan Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa, TI, dan Aktuaria Trinita Situmenag, dan Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe.

Premi Asuransi Umum Terkontraksi 7,0%

Kamis, 3 Desember 2020 | 20:18 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Premi industri asuransi umum terkontraksi 7,0% secara tahunan (year on year/yoy) atau menjadi Rp 53,87 triliun sampai dengan kuartal III-2020. Kinerja tersebut seiring melemahnya tiga lini bisnis terbesar yakni asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kredit.

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, Analisis TI, dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang memaparkan, penurunan nominal premi sekitar Rp 4 triliun atau setara 7,0% (yoy). Terdapat 8 dari 14 lini usaha asuransi umum yang membukukan pertumbuhan negatif pada kuartal III-2020.

"Penurunan pertumbuhan premi dicatat periode kuartal III-2020 yang terbesar dalam nominal maupun prosentase dibukukan pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor atau motor vehicle," kata Trinita pada konferensi pers saat paparan kinerja asuransi umum, Kamis (3/11/2020).

Trinita memaparkan, premi asuransi kendaraan bermotor menurun 20,9% (yoy) menjadi sebesar Rp 11,00 triliun. Hal itu sejalan dengan data penjualan kendaraan bermotor roda empat yang juga menurun di sampai kuartal III-2020. 

Merujuk data Gaikindo, produksi mobil pada kuartal III-2020 mencapai 113.563 unit, atau naik sebesar 172,78% (qtq) dan turun sebesar 68,47% (yoy). Pada saat yang sama, penjualan mobil secara wholesale mencapai 111.114 unit, atau naik sebesar 362,17% (qtq) dan turun sebesar 59,30%(yoy). 


Sedangkan penjualan sepeda motor secara wholesale pada mencapai 911.865 unit, atau naik sebesar 190,75% (qtq) dan turun sebesar 46,14%(yoy). Trinita menilai, penjualan sepeda motor mulai menggeliat meskipun belum sepenuhnya pulih.

Untuk lini asuransi properti atau harta benda berhasil menghimpun premi mencapai Rp 14,26 triliun atau turun 5,4% (yoy). Kendari menurun, Trinita mengatakan bahwa secara umum tidak ada penutupan akun-akun baru di lini usaha asuransi harta benda.

Dia menjelaskan, berdasarkan analisis makro dapat dilihat bahwa pertumbuhan permintaan properti komersial pada kuartal III-2020 menunjukkan indikasi peningkatan. Indeks permintaan properti komersial tumbuh 0,36% (yoy) atau meningkat dari 0,20% pada kuartal sebelumnya. "Berdasarkan segmen, peningkatan terjadi pada kategori sewa khususnya segmen warehouse complex serta perbaikan pada segmen convention hall dan hotel," imbuh dia.

Sedangkan untuk premi asuransi kredit mencatatkan kontraksi yang lebih rendah dan relatif membaik. Trinita mengatakan, premi asuransi kredit mencapai Rp 9,67 triliun atau terkontraksi 3,6% (yoy) pada kuartal III-2020.

Dia menerangkan, perbaikan yang dimaksud tercermin dari Survei Perbankan Bank Indonesia yang mengindikasikan adanya pertumbuhan kuartalan (qtq) kredit baru pada triwulan III-2020. Saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 50,6%, lebih baik dibandingkan -33,9% pada kuartal sebelumnya. Namun posisi tersebut masih lebih rendah dibandingkan 68,3% pada kuartal II-2020.

Adapun lini bisnis lainnya yang tercatat tumbuh negatif adalah premi asuransi energy offshore sebesar 83,5% (yoy) menjadi Rp 103,61 miliar. Premi asuransi engineering turun 0,4% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,84 triliun. Lalu premi asuransi pengangkutan pun turun 5,6% (yoy) menjadi Rp 2,48 triliun. Kemudian premi asuransi penjaminan (surety ship) terkontraksi 925,99 miliar. Serta premi dari asuransi aneka (miscellaneous) turun 20,6% (yoy) menjadi sebesar Rp 2,00 triliun.

Di samping itu, sejumlah lini bisnis asuransi umum tercatat masih mampu membukukan pertumbuhan premi diantaranya yakni asuransi rangka kapal (marine hull) sebesar 17,8% (yoy) menjadi Rp 1,50 triliun. Premi asuransi penerbangan (aviation) naik tipis 0,3% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,08 triliun.

Selanjutnya adalah premi dari lini bisnis satelit yang melonjak tajam 163,2% (yoy) menjadi sebesar Rp 119,13 miliar. Lonjakan juga terjadi pada premi energy offshore sebesar 155,8% (yoy) menjadi Rp 1,36 triliun. Untuk premi asuransi tanggung gugat (liability) mampu tumbuh 4,9% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,91 triliun. Serta premi kecelakaan dan kesehatan tumbuh 4,1% (yoy) menjadi Rp 5,57 triliun.

Laporan pendapatan premi sampai kuartal III-2020 tersebut belum dicatatkan seluruh anggota AAUI. Terdapat tiga entitas yang belum melaporkan kinerjanya yakni Asuransi Citra International Underwriter, Asuransi Reliance dan Asuransi Parolamas.

Sementara itu, Trinita menyampaikan, industri asuransi masih memiliki potensi untuk menekan kontraksi premi sampai akhir tahun ini. "Kita berharap di akhir tahun sekalipun ada kontraksi (premi) itu tidak lebih dalam seperti proyeksi (perbaikan) pertumbuhan ekonomi kita. Jadi kita berharap kontraksi premi dibawah 10% full year. Itu skenario yang kita harapkan," terang dia.

 

Dia menambahkan, kinerja premi dari tiga lini asuransi terbesar perlu diperhatikan karena tren perbaikan akan terus berlanjut. Tentu dengan portofolio premi sebesar 64% tersebut diharapkan mampu mendorong perbaikan secara menyeluruh. Namun demikian, lini asuransi kecelakaan diri dan kesehatan juga perlu diperhitungkan prospeknya. Selain karena secara permintaan tengah tumbuh, lini tersebut bisa menjadi alat literasi kepada masyarakat untuk mulai berasuransi

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN