Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Kerjasama dan Internasional AAJI Elin Waty (kedua kanan), Ketua Bidang R & D Pelaporan dan IT AAJI Edy Tuhirman (kanan), Ketua Bidang Aktuaria & Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan (kiri), dan

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Kerjasama dan Internasional AAJI Elin Waty (kedua kanan), Ketua Bidang R & D Pelaporan dan IT AAJI Edy Tuhirman (kanan), Ketua Bidang Aktuaria & Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan (kiri), dan

Premi Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 14%

Prisma Adrianto, Rabu, 11 Maret 2020 | 16:55 WIB

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan total pendapatan premi seapanjang tahun 2019 sebesar Rp 196,69 triliun, tumbuh 5,8% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut disokong oleh total premi bisnis baru mencapai RP 124,17 triliun atau meningkat 5,8% (yoy).

"Premi baru ini terjadi peningkatakan sebesar 14% (yoy) atau double digit untuk premi baru reguler premium. Kemudian single premium (premi tunggal) juga meningkat sebesar 3,7% (yoy)," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, saat paparan kinerja industri asuransi jiwa di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (11/3).

Secara nilai, kata Budi, premi binis baru tunggal naik dari akhir 2018 sebesar Rp 93,2 triliun menjadi Rp 96,61 triliun. Sedangkan premi bisnis baru reguler meningkat dari Rp 24,17 triliun pada tahun 2018, menjadi sebesar Rp 27,56 triliun pada akhir 2019.

Budi menerangkan, total pendapatan premi baru masih menunjukkan pertumbuhan dua digit dengan perhitungan annual new premium (ANP). AAJI mencatat, dari konsep tersebut dihasilkan total premi baru tumbuh 11,1% (yoy). Adapun secara portofolio, premi yang dihimpun dari produk unitlinked melebihi porsi sebesar 60% dari total pendapatan premi tahun buku 2019.

Di sisi lain, total premi lanjutan tumbuh sebesar 5,9% (yoy). Lini tersebut naik dari tahun 2018 sebesar Rp 68,5 triliun menjadi sebesar Rp 72,52 triliun pada 2019.

Dari sisi pemasaran, lanjut Budi, kanal bancassurance berkontribusi sebesar 42,7% dari total pendapatan premi. Kanal tersebut menyumbang premi sebesar Rp 84,08 triliun, tumbuh 5,4% (yoy).

"Jalur pemasaran bancassurance penting untuk asuransi jiwa sebagai salah satu jalur distribusi paling efektif industri asuransi jiwa. Selain itu, yakni untuk memberi perlindungan asuransi kepada mayarakat indonesia secara luas, dan cepat dari cara pandang asuransi jiwa," jelas dia.

Selanjutnya, Budi mericinci, kanal keagenan menyusul dengan berkontribusi sebesar 39,8% dari total pendapatan premi. Angka itu mencapai Rp 78,21 triliun, tumbuh sebesar 6,6% (yoy). Untuk kanal distribusi telemarketing meningkat dari 5,1% (yoy) menjadi Rp 4,09 triliun di tahun 2019.

Sementara saluran employee benefit berkontribusi sebesar 2,7% dari total pendapatan premi yaitu Rp 5,37 triliun. Serta kanal distribusi lain mencatat adanya peningkatan sebesar 25,4% (yoy) menjadi Rp 19,89 triliun.

Budi mengatakan, sampai akhir tahun 2020 AAJI memproyeksi pertumbuhan pendapatan premi hingga dua digit. "Awal 2020 mungkin adalah salah satu dari sedikit tahun yang pernah kami lewati, setiap awal tahun pasti ada tanda tanya, tidak ada yang pasti dan masih diupayan. Tahun ini challenging rasanya, lebih banyak tanda tanya dari tahun sebelumnya," tutur dia. 

Budi menyampaikan, tanda tanya yang dimaksud itu diantaranya berupa penyelesaian dari pemblokiran rekening efek sejumlah perusahaan asuransi jiwa. Lalu, pihaknya juga memprediksi berlangsungnya dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal tersebut pun diperburuk dengan wabah dari virus korona (Covid-19) yang merebak secara globak, khususnya di Indonesia.

"Tiap tiga bulanan (AAJI) evaluasi ulang. Kami berharap bahwa bisa tumbuh positif double digit dengan bantuan optimistis dari semua insan asuransi jiwa. Seperti seperti tahun lalu," tutup Budi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN