Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pinjol ilegal

Pinjol ilegal

Presiden Prihatin Masyarakat Bawah Tertipu dan Terjerat Bunga Tinggi Pinjol

Senin, 11 Oktober 2021 | 11:33 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku prihatin banyak masyarakat kelas bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi pinjaman online (Pinjol), di tengah maraknya gelombang digitalisasi yang terjadi pada beberapa tahun terakhir.

Saat ini, bermunculan bank berbasis digital, asuransi berbasis digital, dan berbagai macam e-payment.

Penyelenggara juga financial technology (Fintech) terus bermunculan, termasuk  fintech syariah. Inovasi-inovasi  Fintech juga semakin berkembang,  fenomena sharing economy semakin marak dari ekonomi berbasis peer-to-peer, hingga business-to- business.

“Tetapi pada saat yang sama saya juga mendapat informasi banyak penipuan dan tindak pidana keuangan banyak terjadi.  Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh  pinjaman online, yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keynote speech  pada  OJK Virtual Innovation Day 2021, yang dilakukan secara daring dari Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Presiden Joko Widodo di acara Innovation Day OJK, Senin (11/10/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo di acara Innovation Day OJK, Senin (11/10/2021). Sumber: BSTV

Acara bertema “Building Robust and Sustainable Digital Finance Ecosystem Amid Covid-19 Pandemi”   dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Pramono Anung,  Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso,  jajaran direktur utama bank-bank Himbara, perwakilan Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia.

Presiden Jokowi mengatakan, perkembangan yang cepat ini harus dijaga,  dikawal, dan  difasilitasi agar tumbuh secara sehat bagi peningkatan  perekonomian masyarakat.

Ia meyakini apabila kemajuan ini dikawal secara cepat dan tepat, Indonesia berpotensi besar untuk menjadi raksasa digital setelah Tiongkok dan India, dan bisa membawa negeri ini menjadi ekonomi terbesar dunia ke-7 di 2030.

“Momentum ini harus disambung dengan upaya membangun ekosistem keuangan digital yang kuat dan berkelanjutan. Ekosistem keuangan yang bertanggung jawab memiliki mitigasi risiko atas kemungkinan timbulnya permasalahan hukum dan permasalahan-permasalahan sosial,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN