Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

Pusat Data Multifinance Bantu Ungkap 37 Kepemilikan Mobil Curian

Prisma Ardianto, Rabu, 18 September 2019 | 21:53 WIB

JAKARTA, investor.id – Sistem pusat data aset atau asset registry multifinance yang dioperasikan PT Rapi Utama Indonesia (Rapindo) turut membantu pihak kepolisian mengungkap kepemilikan kendaraan roda empat (mobil) yang diduga hasil curian atau penggelapan. Dalam hal ini, sebanyak 37 unit kendaraan roda empat telah dikembalikan kepada 11 perusahaan pembiayaan (multifinance).

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) sekaligus mewakili Rapindo, Suwandi Wiratno menyatakan, kepolisian melalui Polda Metro Jaya menemukan sebanyak 66 kendaraan roda empat yang diduga hasil dari pencurian atau penggelapan. Dugaan tersebut berasal dari pengecekan yang tidak cocok antara nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

"Kami sebetulnya agak beruntung dengan adanya Rapindo, karena kami bisa cek kepemilikan dari nomor rangka dan nomor mesin. Memang belum bisa semuanya, karena belum semua perusahaan menjadi anggota. Ada sebagian kami lempar ke grup WA direksi," kata Suwandi di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta, Rabu (18/9).

Kemudian, sambung dia, kepolisian juga meminta kepada setiap perusahaan multifinance yang mengklaim kepemilikan kendaraan untuk membuktikan dengan melampirkan dokumen taerkait. Dengan demkian, sebanyak 11 perusahaan multifinance tercatat berhak atas 37 unit kendaraan roda empat yang diamankan pihak kepolisian.

Suwandi merinci, 11 perusahaan yang mengklaim kepemilikan kendaraan tersebut diantaranya, PT BCA Finance sebanyak lima unit, PT Astra Sedaya Finance sebanyak sembilan unit, PT BFI Finance Indonesia Tbk sebanyak dua unit, PT Clipan Finance Indonesia Tbk sebanyak lima unit, dan PT Summit Oto Finance sebanyak empat unit.

Selain itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebanyak empat unit, PT Mandiri Tunas Finance sebanyak empat unit, serta masing-masing satu unit dikembalikan ke PT Verena Multi Finance Tbk, PT Mandiri Utama Finance, PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance), dan PT Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance).

Berkaca dari pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) industri, Suwandi menyatakan, pihaknya memperkirakan kasus seperti ini masih dalam skala kecil. Meski begitu, APPI mengimbau kepada setiap anggotanya agar sebisa mungkin mencegah kasus dugaan pencurian dan penggelapan dapat terulang.

Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrim Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung menjelaskan, berbagai modus kejahatan dilakukan dalam kasus dugaan pencurian dan penggelapan kendaraan roda empat. Khusus terkait dengan perusahaan multifinance, modus yang dilakukan meliputi pengalihan nama nasabah, penggunaan data palsu, hingga pengajuan pembiayaan kebeberapa multifinance (double triple financing). Beberapa modus tersebut dapat diminimalisir dengan kehadiran asset registry multifinance Rapindo.

"Kami sudah ada kerja sama dengan baik bersama asosiasi, jadi agak mudah buat kami untuk mendeteksi kepemilikan mobil. Kemungkinan bertambah memang ada. Apalagi pengalihan (kepemilikan) oleh debitur kepada orang lain, sehari-hari kami memang mengerjakan itu," ujar dia.

Sapta mengatakan, dari jumlah 66 kendaraan yang diduga hasil dari pencurian atau penggelapan, sebagian besar berasal dari wilayah Jakarta. Kemudian, sejumlah kendaraan tersebut dilarikan para tersangka kesejumlah wilayah seperti Surabaya hingga keluar Pulau Jawa.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA